BBC navigation

Ledakan di Suriah tewaskan 50 orang

Terbaru  20 September 2012 - 22:49 WIB
Ledakan di Suriah

Pertempuran antara pasukan pemerintah dan pemberontak di Suriah belum mereda.

Para aktivis oposisi Suriah mengatakan lebih dari 50 orang tewas dan puluhan orang lainnya mengalami luka-luka dalam ledakan di Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum di Provinsi al-Raqqa pada Kamis, 20 September.

Kelompok oposisi yang berkantor di Inggris, Syrian Observatory for Human Rights, mengatakan ledakan di daerah Ain Issa, Provinsi al-Raqqa, itu disebabkan oleh serangan udara.

Menurut para aktivis, warga berkumpul untuk mengantre di depan SPBU di Ain Issa, sekitar 30 kilometer dari wilayah perbatasan Turki. Daerah tersebut dikuasai oleh pemberontak Rabu kemarin (19/09).

Mereka mengatakan ledakan disebabkan oleh bom yang diyakini terdiri dari satu buah drum berisi bahan peledak -yang disebut crude bombs- yang dijatuhkan oleh pesawat militer.

Wartawan BBC di Beirut, Jim Muir, melaporkan terjadi ledakan besar di lokasi kejadian.

Korban tewas mungkin bertambah

"Selama beberapa pekan terakhir, rezim Suriah semakin sering memanfaatkan monopolinya atas kekuatan udara..."

Jim Muir

Para aktivis kemudian mengunggah video ke internet yang menunjukkan SPBU sedang terbakar dan dipenuhi dengan kendaraan-kendaraan terbakar.

Mereka juga mengatakan jumlah korban tewas diperkirakan akan bertambah.

"Selama beberapa pekan terakhir, rezim Suriah semakin sering memanfaatkan monopolinya atas kekuatan udara, dan penggunaan crude bombs yang sangat menghancurkan dengan menggunakan drum penuh TNT semakin sering terjadi," lapor Jim Muir.

Bom-bom itu, jelas Muir, tidak tepat sasaran tetapi dampaknya sangat menghancurkan.

Sebelumnya media pemerintah Suriah melaporkan sebuah pesawat maskapai penerbangan negara itu nyaris mengalami kecelakaan ketika ekor pesawat ditabrak oleh helikopter militer.

Media melaporkan helikopter militer jatuh tetapi pesawat sipil berhasil mendarat dengan selamat di Bandara Damaskus dan seluruh 200 penumpangnya selamat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.