BBC navigation

Hizbullah serukan protes film anti Islam dilanjutkan

Terbaru  17 September 2012 - 09:20 WIB

Pemimpin Hizbullah, Hassan Nasrallah menyerukan agar protes menentang film yang menghina Islam, terus dilanjutkan.

Pemimpin kelompok Syiah di Lebanon, Hizbullah, menyerukan agar protes terhadap film buatan warga AS yang dianggap menghina umat Islam terus dilanjutkan.

Pemimpin Hizbullah, Sayyed Hassan Nasrallah mengatakan, dunia perlu tahu bahwa "umat Islam tidak akan berdiam diri menghadapi penghinaan".

Sampai Minggu (16/09), aksi kekerasan menetang film tersebut masih berlangsung, dengan setidaknya delapan orang tewas dalam aksi protes di Khartoum, Tunisia dan Kairo.

Kebanyakan aksi protes dan penyerangan mengarah ke kedutaan AS setelah cuplikan film - yang dibuat di AS - tersebar di internet.

"Mereka yang bertanggungjawab langsung pembuatan film ini, harus dihukum, diadili... Dan mereka yang berdiri di belakangnya, yang mendukung dan melindunginya, terutama AS, harus bertangungjawab pula. "

Pemimpin Hizbullah, Sayyed Nasrallah.

Satu orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi di Karachi, Pakistan pada hari Minggu.

Dalam pidato yang disiarkan di stasiun televisi milik Hizbullah, Al-Manar, Sayyed Hasan Nasrallah menyerukan agar protes terus dilanjutkan selama beberapa pekan ke depan.

Pada Senin (17/09) ini, unjuk rasa memprotes film itu akan digelar di wilayah Beirut selatan, yang merupakan markas Hizbullah.

Dalam bagian lain pidatonya, Hasan Nasrallah mengatakan, AS harus bertanggungjawab atas isi film yang menyulut kemarahan warga Muslim di sejumlah negara berpenduduk mayoritas Islam.

"Mereka yang bertanggungjawab langsung pembuatan film ini, harus dihukum, diadili... Dan mereka yang berdiri di belakangnya, yang mendukung dan melindunginya, terutama AS, harus bertangungjawab pula," kata Sayyed Nasrallah.

Protes terhadap film Innocence of Muslims dimulai pada hari Selasa (11/09) di Kairo, Mesir, setelah cuplikan film tersebar di situs video YouTube.

Film itu menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang yang gila seks dan pemimpin sebuah kelompok haus darah.

Geert Wilders

Bentrokan di Karachi, kota terbesar Pakistan, terjadi ketika para pengunjuk rasa berusaha menerobos barikade di depan konsulat AS.

Aparat polisi melepaskan gas air mata dan tembakan peringatan ke udara setelah pengunjukrasa melempar batu.

Seorang juru bicara pengunjukrasa kepada kantor berita Associated Press bahwa seorang pemrotes tewas dalam bentrokan itu serta beberapa orang terluka.

Kedutaan Besar AS di Islamabad mengumumkan bahwa "semua staf di Konsulat AS dalam kondisi aman" dan berterima kasih kepada polisi Pakistan atas upaya perlindungannya.

Sementara, di ibu kota Denmark Kopenhagen, beberapa ratus orang menggelar unjuuk rasa di luar kedutaan besar AS.

Para pengunjuk rasa tidak hanya memprotes isi film, tetapi juga keterlibatan militer AS di Timur Tengah dan Afghanistan, kata wartawan BBC Malcolm Brabant yang melaporkan dari Kopenhagen.

Di ibu kota Belanda, Amsterdam, massa juga menggelar aksi protes di luar konsulat AS.

Politisi Belanda anti-Islam Geert Wilders, yang partainya kehilangan banyak kursi dalam pemilu pekan lalu, dalam situsnya memasang link cuplikan film itu dan mendorong para pengikutnya untuk melakukan hal yang sama.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.