BBC navigation

Perusahaan Jepang bekukan operasi di Cina

Terbaru  17 September 2012 - 16:03 WIB
Protes di Cina

Aksi protes meluas di Cina setelah Jepang membeli kepulauan yang disengketakan.

Perusahaan-perusahaan Jepang menghentikan sementara operasi di Cina menyusul maraknya demonstrasi anti-Jepang terkait kepulauan yang diperebutkan kedua negara.

Panasonic dan Canon masing-masing menutup pabrik-pabriknya menyusul pengrusakan pada jaringan produksi dan juga serangan terhadap kepentingan usaha Jepang dalam protes anti-Jepang.

Panasonic mengatakan pabrik perusahaan elektronik itu menutup pabriknya di Qingdao dan direncanakan akan tetap tutup sampai tanggal 18 September mendatang.

Seorang juru bicara Panasonic mengatakan perusahaan akan terus memantau situasi selama dua hari ke depan.

Beberapa media menyebutkan Canon juga telah menutup operasi tiga pabrik yang terletak di Cina.

Para pemrotes Cina juga menyerang sejumlah perusahaan Jepang lainnya, termasuk Toyota di tengah peningkatan protes di seluruh negeri terkait sengketa kepulauan yang disebut Diaoyu di Cina dan Senkaku di Jepang.

Dampak langsung

"Jelas perusahaan-perusaan Jepang terkena pengaruh langsung akibat unjuk rasa."

Shaun Rein

Surat kabar utama Partai Komunis, Harian Rakyat, memperingatkan bahwa Jepang terancam menghadapi dampak ekonomi bila terus melakukan hal yang disebut sebagai provokasi terkait kepulauan di Laut Cina Timur.

Menurut para analis pasar, sengketa Cina-Jepang mulai mengancam operasi perusahaan-perusahaan Jepang di Cina.

"Jelas perusahaan-perusaan Jepang terkena pengaruh langsung akibat unjuk rasa," kata Shaun Rein dari China Market Research Group kepada BBC.

Sementara itu Jepang memperingatkan kepada warganya agar waspada menghadapi kemungkinan protes lanjutan pada Selasa besok (18/09) bertepatan dengan peringatan pendudukan atas wilayah Cina timur laut pada 1930-an.

Unjuk rasa meluas di Cina setelah Jepang menyetujui pembelian gugusan pulau du Laut Cina Timur dari pemilik pribadi warga Jepang.

Cina menegaskan kepulauan yang juga diklaim Taiwan tersebut adalah milik Cina.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.