Lebih dari 500 tahanan Burma dibebaskan

Terbaru  17 September 2012 - 20:18 WIB
Pembebasan tahanan

Pemerintah Burma melepaskan tahanan sebagai bagian dari amnesti umum.

Pemerintah Burma membebaskan lebih dari 500 tahanan dan diperkirakan termasuk kelompok tahanan politik terakhir yang masih ditahan.

Perkiraan tentang jumlah tahanan politik yang masih ditahan bervariasi, namun lembaga pegiat hak asasi memperkirakan sekitar 500 masih mendekam di penjara-penjara Burma.

Keputusan pembebasan tahanan yang terbaru ini ditempuh sepekan menjelang kunjungan Presiden Then Sein ke kantor pusat PBB di New York.

Wartawan BBC untuk kawasan Asia Tenggara, Jonathan Head, melaporkan pembebasan tahanan ini sebagai upaya pemerintah dalam membangun keyakinan internasional sehubungan dengan janji reformasi politiknya.

Tidak ada pengumuman resmi tentang nama-nama yang dibebaskan, namun kubu oposisi Liga Nasional Demokrasi, NLD, yakin bahwa langkah itu mencakup semua tahanan politik yang masih ditahan.

Bagaimanapun tidak diketahui jumlah warga Burma yang ditahan karena kegiatan politiknya dan kelompok pegiat hak asasi mendesak agar pemerintah Burma bersikap transparan dalam soal itu.

Bulan Oktober tahun lalu, belasan tahanan politik terkenal dibebaskan sebagai bagian dari amnesti umum.

Suu Kyi ke Amerika Serikat

Aung San Suu Kyi

Suu Kyi memulai lawatannya selama 17 hari ke Amerika Serikat.

Sementara itu, pemimpin oposisi Aung San Suu Kyi sudah memulai kunjungannya ke Amerika Serikat sejak dibebaskan dari tahanan rumah dua tahun lalu.

Dia akan mendapat penghargaan Medali Emas Kongres, yang merupakan penghargaan tertinggi untuk warga sipil di Amerika Serikat.

Selama kunjungan 17 hari Amerika Serikat, Suu Kyi, akan bertemu dengan Menteri Luar Negeri, Hillary Clinton, serta para pemimpin Dewan Perwakilan Rakyat dan Senat AS.

Hingga saat ini Gedung Putih belum menjadwalkan pertemuan dengan Presiden Barack Obama walau diperkirakan keduanya akan melakukan pertemuan.

Syu Ki juga akan berkunjung ke kantor PBB di New York, tempat dia bekerja dari tahun 1969 hingga 1971. Namun acaranya di New York akan diatur sedemikian rupa sehingga tidak bentrok dengan Presiden Then Sein.

Dan pemimpin demokrasi Burma ini rencananya akan berkunjung ke Fort Wayne, Indiana, tempat tinggal masyarakat Burma terbesar di Amerika Serikat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.