Negara Barat meminta aksi protes film anti Islam dihentikan

Terbaru  15 September 2012 - 10:16 WIB

Amerika Serikat menjadi target aksi protes menentang film yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

Negara-negara Barat meminta agar aksi demonstrasi yang berakhir dengan kekerasan untuk segera dihentikan.

Aksi protes di sejumlah kedutaan negara Barat marak dipicu oleh penayangan sebuah film yang menghina Nabi Muhammad.

Uni Eropa mendesak para pemimpin di Arab dan negara muslim untuk ''menyerukan perdamaian dan menahan diri''.

Amerika Serikat dilaporkan telah mengirim marinir untuk menjaga kedutaan mereka di Khartoum dan meminta Sudan untuk menjaga diplomat asing.

Hingga Jumat (14/09) aksi kekerasan masih berlangsung, dengan setidaknya tujuh orang tewas dalam aksi protes di Khartoum, Tunisia dan Kairo dan ada kekhawatiran bahwa kekerasan akan terus berlanjut.

Kebanyakan aksi protes dan penyerangan mengarah ke kedutaan AS setelah cuplikan film - yang dibuat di AS - tersebar di internet.

Ribuan massa pada Jumat kemarin menyerang kedutaan AS di Khartoum, dan radio pemerintah melaporkan tiga pendemo tewas saat terjadi pertikaian dengan pasukan keamanan.

Kedutaan Jerman dan Inggris di Khartoum juga diserang, meski film kontroversial tersebut tidak terkait dengan kedua negara itu.

Presiden Komisi Eropa Jose Manuel Barroso mengutuk serangan sebagai tindakan yang tidak dapat diterima dan bertentangan dengan ''peradaban dunia''.

Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Catherine Ashton mendesak ''otoritas nasional di semua negara untuk meningkatkan keamanan misi diplomatik dan melindungi para staf diplomatik mereka.''

"Ini sangat penting bahwa semua negara di seluruh kawasan yang terpengaruh untuk menyerukan perdamaian secepatnya dan menahan diri dari kekerasan, karena sekarang telah terjadi banyak kasus di banyak negara.''

Sementara itu Menteri Luar Negeri Jerman Guido Westerwelle mengatakan bahwa duta besar Sudan di Berlin telah dipanggil dan ''dengan tegas mengingatkan pemerintahannya untuk bertugas melindungi misi diplomatik.''

'Bergerak cepat'

Protes terhadap film Innocence of Muslims dimulai pada hari Selasa (11/09) di Kairo, Mesir, setelah cuplikan film tersebar di situs video YouTube.

Film itu menggambarkan Nabi Muhammad sebagai seorang yang gila seks dan pemimpin sebuah kelompok haus darah - sebuah penghinaan bagi kaum Muslim -.

Meski motivasi dibelakang pembuatan film ini masih belum jelas, tetapi Sam Bacile sutradara AS keturunan Israel selaku pembuat film dalam pemberitaan di Wall Street Journal mengatakan dia ingin menggambarkan Islam sebagai 'kanker'.

Film tersebut langsung menyulut sentimen anti Amerika di Libia dan Mesir.

Unjuk rasa di konsulat AS di Benghazi, Libia, menewaskan sejumlah warga negara AS termasuk duta besar J. Christopher Stevens.

Dua orang juga tewas di Tunisia, Jumat (14/09) setelah massa menerobos kedutaan AS dan bentrok dengan pasukan penjaga.

Sebuah sekolah Amerika terdekat juga dibakar dan dijarah. Ada juga laporan satu kematian saat aksi protes di Mesir dan satu lainnya di Libanon.

Jumat kemarin, Presiden AS Barack Obama dan Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menghadiri sebuah upacara penyambutan jenazah warga AS yang tewas di Benghazi di Pangkalan Udara Andrews.

Obama mengatakan AS akan ''bergerak cepat'' melawan kekerasan di misi diplomatik mereka.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.