Demo anti Jepang di Beijing

Terbaru  15 September 2012 - 16:05 WIB

Warga Cina membakar bendera Jepang dalam aksi protes anti Jepang di Beijing.

Ribuan warga Cina mengepung kedutaan Jepang di Beijing dan melemparinya dengan batu, telur dan botol, Sabtu (15/09).

Aksi protes serupa juga dilaporkan berlangsung di sejumlah kota besar lainnya di Cina, di tengah-tengah peningkatan tensi antara dua negara ekonomi terbesar ini terkait dengan perebutan kepulauan di Laut Cina Timur.

Polisi paramiliter dengan tameng dan pemukul menjaga gedung kedutaan Jepang, dan beberapa kali melawan para pendemo yang berteriak dan mencoba untuk menerobos masuk.

"Kembalikan kepulauan kami! Setan Jepang keluar!'' demikian teriakan yang terdengar dari sejumlah pendemo.

Salah satu diantara mereka memegang sebuah poster bertuliskan: ''Untuk kehormatan ibu pertiwi, kami harus berperang dengan Jepang.''

Seorang pendemo Liu Gang, seorang pekerja migran dari Guangxi, mengatakan: ''Kami benci Jepang. Kami selalu membenci Jepang. Jepang menginvasi dan membunuh banyak warga Cina. Kami tidak akan pernah lupa.''

Peningkatan tensi ini mengingatkan pada konflik Sino-Jepang yang pernah terjadi dua kali dalam sejarah Cina dan Jepang.

Di saat tensi meningkat, dan sejumlah laporan mengemuka terkait aksi serupa di seluruh Cina, Jepang mengatakan bahwa menteri luar negerinya telah mempersingkat kunjungan di Australia dan tengah dalam perjalanan kembali ke Tokyo.

Perebutan kepulauan

Kepulauan di Laut Cina Timur menjadi perebutan sejumlah negara karena kekayaan alam dan letak strategis.

Ketegangan diantara kedua negara meningkat secara dramatis sejak tahun 2010 setelah Cina mengirim enam kapal pengawas ke kepulauan di Laut Cina Timur.

Tindakan Cina ini merupakan respon atas keputusan Jepang untuk membeli kepulauan - yang oleh Cina disebut kepulauan Diaoyu dan Senkaku oleh Jepang -, dari seorang pengusaha Jepang meski Cina telah memperingatkan untuk tidak melakukan hal itu.

Ketegangan ini juga berbuntut kepada perpecahan persekutuan Cina-Jepang.

Media Jepang melaporkan aksi protes anti Jepang di Cina juga berlangsung di sejumlah kota seperti Xian, Changsha, Nanjing dan Suzhou, dengan sejumlah laporan yang menyebutkan adanya serangan yang ditargetkan ke restoran dan perusahaan Jepang.

Kantor berita Kyodo melaporkan bahwa aksi demonstrasi merupakan yang terbesar sejak kedua negara menormalkan hubungan diplomatik pada tahun 1972.

Kepulauan di perairan Cina Timur yang tak berpenduduk tersebut terletak di kawasan selatan Okinawa dan utara Taiwan, berada di jalur kunci kapal kargo dan diyakini memiliki cadangan gas yang besar.

Selain Jepang dan Cina, kepulauan tersebut juga diklaim sejumlah negara lainnya termasuk Taiwan, dan dua Korea.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.