Erdogan tidak akan menyerahkan Hashemi ke Irak

Terbaru  11 September 2012 - 17:02 WIB
Recep Tayyip Erdogan

Erdogan menggelar konferensi pers sehubungan dengan kasus Hashemi.

Turki mengatakan tidak akan menyerahkan Wakil Presiden Irak, Tariq al-Hashemi, yang buron dan divonis hukuman mati secara in absentia di Irak.

Perdana Menteri Turki, Recep Tayyip Erdogan, dalam sebuah konferensi pers di Ankara mengatakan Hashemi bisa tinggal di Turki selama mungkin sesuai dengan keingingannya sendiri.

"Saya akan mengatakanya dengan amat jelas: Kami ingin menerima Hashemi selama yang dia inginkan dan tidak akan menyerahkannya," tegasnya.

Hari Minggu (09/09) pengadilan Irak menyatakan Hashemi bersalah karena menjalankan pasukan pembunuh.

Dan Erdogan menyatakan bahwa Hashemi tidak selayaknya dijatuhi hukuman mati dan berpendapat tokoh umat Sunni itu tidak terlibat dalam aksi pembunuhan.

"Dakwaan atasnya seharusnya tidak mengarah pada hukuman mati. Jelas Hashemi kehilangan banyak anggota keluargamnya di Irak. Dia pasti tidak bisa menjadi bagian dari tindakan seperti itu."

Ketegangan etnis

"Saya akan mengatakanya dengan amat jelas: Kami ingin menerima Hashemi selama yang dia inginkan dan tidak akan menyerahkannya."

Recep Tayyip Erdogan

Jaksa penuntut Irak mendakwa Hashemi dengan keterlibatan atas 150 kasus pembunuhan dan selama pengadilan in absentia di Baghdad, beberapa mantan pengawalnya mengatakan Hashemi yang memerintahkan pembunuhan.

Bagaimanapun kepada BBC, Hashemi mengatakan bahwa dakwaan atasnya bermotif politik dan mengecam pengadilan Irak berada di bawah pengaruh Perdana Menteri Nuri al-Maliki.

Dia merupakan warga Sunni Irak yang menduduki posisi paling tinggi dalam pemerintahan Irak dengan menjadi Wakil Presiden pada tahun 2006.

Pertengahan Desember 2011, dikeluarkan surat penangkapan atasnya dan dia mengungsi ke kawasan Kurdi, Irak Utara, serta Qatar sebelum pindah ke Turki.

Kasus Hashemi ini meningkatkan ketegangan antara umat Syiah -yang mendominasi pemerintahan Irak- dan Sunni -yang merasa disingkirkan oleh pemerintah pimpinan Maliki.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.