Warga Hong Kong ikut pemilu

Terbaru  9 September 2012 - 15:15 WIB
pemilu_hong_kong_2012

Warga Hong Kong baru akan memilih seluruh anggota Legislatif tahun 2017.

Warga Hong Kong memberikan suara dalam pemilu yang berlangsung hari ini (Minggu 9/9) yang dianggap merupakan tonggak bersejarah bagi kelompok pro-demokrasi di negeri itu.

Kelompok ini disebut-sebut sedang diuntungkan dengan situasi politik yang diwarnai aksi protes anti-Cina yang sudah berlangsung selama beberapa pekan.

Warga Hong Kong menolak aturan yang mewajibkan murid sekolah belajar patriotisme kewarganegaraan Cina, aturan yang kemudian dibatalkan oleh pemerintah setempat Sabtu (8/9) kemarin.

Menurut wartawan BBC di Hong Kong Juliana Liu, pembatalan ini membuat pegiat pro-demokrasi yang mencalonkan diri sebagai calon wakil rakyat dalam pemilu kali ini, makin bersemangat.

Tempat pemungutan suara di Hong Kong dibuka sejak pukul 07.30 pagi hingga 22.30 malam nanti waktu setempat.

Terdapat sekitar 3,5 juta warga yang punya hak pilih dan hasilnya diperkirakan sudah bisa diketahui Senin (10/9) besok.

Universal suffrage

Untuk pertama kalinya lebih dari separuh kursi parlemen Hong Kong diisi dengan anggota yang dipilih dalam pemilu, meskipun sisanya diisi oleh calon yang dipilih oleh sekelompok pemegang kepentingan ekonomi khusus.

Rencana untuk memberikan hak pilih sepenuhnya pada rakyat (universal suffrage) sudah dibuat untuk pemilu mulai tahun 2017.

Pemilu kali ini didominasi oleh isu tentang lapangan kerja, korupsi serta melonjaknya angka pendatang dari negeri Cina daratan.

"Tadinya sih tidak masalah siapa yang terpilih. Kali ini saya pikir penting memberikan suara supaya orang atau partai yang tidak saya sukai tidak masuk badan legislatif"

Pemilih Hong Kong

Hong Kong diserahkan Inggris pada Cina tahun 1997, dan menikmati hak otonomi khusus sejak itu, melindungi hak warganya untuk berdemo secara damai serta menjamin kebebasan persnya.

Hak untuk memilih seluruh anggota parlemen, dimana 70 dipilih rakyat dan 30 dipilih kelompok khusus, disambut hangat warga.

"Tadinya sih tidak masalah siapa yang terpilih. Kali ini saya pikir penting memberikan suara supaya orang atau partai yang tidak saya sukai tidak masuk badan legislatif," kata seorang pemilih pada kantor berita Reuters.

Namun lebih penting lagi, kata seorang pemilih lain Anthony Tsang, adalah memberikan suara untuk "orang yang benar-benar bisa membantu rakyat".

"Saya peduli pada soal mata pencaharian, harga rumah, gaji pekerja dan layanan kesehatan," kata Tsang.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.