BBC navigation

Helikopter militer Suriah 'ditembak jatuh'

Terbaru  27 Agustus 2012 - 22:05 WIB
video

Pemerintah Suriah mengakui ada helikopter jatuh tanpa menyebut ditembak.

Pemberontak bersenjata di Suriah mengatakan mereka menembak jatuh sebuah helikopter militer yang terbang di atas ibukota Damaskus.

Tentara Pembebasan Suriah (FSA) mengatakan pesawat itu menembaki penduduk di Jobar, kawasan timur laut Suriah, dan jatuh di kawasan Qabun yang bertetangga dengan Jobar.

Televisi pemerintah membenarkan bahwa sebuah helikopter mereka telah jatuh di Qabun.

Pada hari Minggu aktivis oposisi mengatakan pasukan pemerintah membantai lebih dari 300 orang selama serangan yang mereka lakukan di kawasan Darayya.

Rekaman video dan foto yang tersebar menunjukan sejumlah mayat, termasuk d iantaranya perempuan dan anak-anak.

Media pemerintah menyalahkan pihak oposisi atas peristiwa itu dan mengatakan Darayya telah dibersihkan dari sisa-sisa teroris.

Direktur Komisi Independen Penyelidikan Suriah dari Dewan Hak Asasi Manusia PBB, Paulo Pinheiro, mengatakan kepada BBC bahwa pembunuhan tersebut kemungkinan bisa dikategorikan sebagai kejahatan perang.

Para aktivis oposisi mengatakan helikopter militer itu ditembak dan jatuh ketika sedang melakukan penembakan di Jobar, saat pertempuran sengit terjadi antara pasukan pemerintah dan pemberontak.

Bukan ditembak?

Saksi mata mengatakan kepada kantor berita Reuters bahwa helikopter itu terbakar ketika ditembak sebuah peluru saat terjadi baku tembak dan jatuh di jalanan Qabun.

''Pesawat itu terbang sepanjang pagi dan terus memuntahkan peluru. Pasukan pemberontak telah berusaha menembaknya jatuh selama satu jam, sebelum akhirnya berhasil,'' kata Abu Bakr, seorang aktivis lokal.

Aktivis mengunggah sebuah video yang menunjukkan helikopter yang sedang terbakar jatuh.

Terdengar seruan Allahu Akbar dari para pemberontak.

Televisi pemerintah membenarkan jatuhnya sebuah helikopter di dekat Masjid al-Ghufron di Qabun, tetapi tidak menyebutnya tertembak jatuh.

Juru bicara Batalion Badar dari FSA di Damaskus, Omar al-Qabuni, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa mayat pilot helikopter itu telah ditemukan.

''Ini sebuah balasan atas pembantaian di Darayya,'' tambahnya lagi.

FSA juga mengklaim telah menembak pesawat jet tempur Mig-23 tanggal 13 Agustus lalu di Provinsi Deir al-Zour.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.