Kekerasan etnik di Kenya tewaskan 48 orang

Terbaru  22 Agustus 2012 - 22:49 WIB
Kenya

Kekerasan diduga dipicu oleh sengketa lahan dan hak mengembalakan hewan ternak.

Polisi di Kenya mengatakan setidaknya 48 orang tewas, sebagian besar perempuan dan anak-anak, dalam kekerasan etnik di kawasan tenggara negara tersebut.

Wartawan BBC untuk kawasan Afrika Timur, Gabriel Gatehouse di Nairobi, mengatakan serangan berlangsung pada malam hari.

Para korban tewas akibat sabetan parang, sementara korban lain tewas dibakar.

Tak kurang dari 60 sapi juga dibunuh, yang sedikit banyak mengungkap motivasi di balik serangan.

Pertikaian antaretnik di kawasan Sungai Tana pecah dipicu oleh sengketa lahan dan hak untuk menggembalakan hewan ternak.

Masalah ini membuat hubungan antaretnik di daerah tersebut memanas dalam beberapa pekan terakhir.

Sengketa lahan

Bentrokan sporadis terjadi akibat sengketa mengenai akses tanah dan air.

Polisi mengatakan insiden terbaru ini dilakukan oleh warga Pokomo, namun belum jelas apakah sejauh ini sudah ada penangkapan.

Kekerasan juga pecah di Kenya timur laut, di daerah Mandera, di dekat perbatasan dengan Ethiopia, yang lagi-lagi disebabkan oleh sengketa lahan.

Aksi-aksi kekerasan ini berlangsung ketika Kenya akan menggelar pemilihan umum pada awal tahun depan.

Pada pemilu 2007 lebih dari 1.000 orang tewas.

Meski kekerasan ketika itu lebih banyak disebabkan oleh faktor politik, pada hakekatnya kekerasan di Kenya selalu terkait dengan perebutan mendapatkan sumber daya di antara kelompok-kelompok etnis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.