BBC navigation

AS bekukan dana terkait Hizbullah

Terbaru  21 Agustus 2012 - 09:48 WIB
hizbullah

AS menyatakan Hizbullah merupakan bagian dari kelompok teroris.

Otoritas AS mengatakan mereka telah membekukan dana sebesar US$150 juta atau sekitar Rp1,4 triliun pada rekening di sebuah bank karena dituduh merupakan bagian dari skema pencucian uang yang dilakukan oleh kelompok Hizbullah di Lebanon.

Tahun lalu pemerintah AS menuduh Bank Lebanon Kanada, LCB membantu pencucian uang milik kelompok itu yang merupakan hasil dari bisnis penjualan obat terlarang dan kejahatan lainnya.

Dana tersebut menurut pemerintah AS biasanya diiselundupkan keluar dari AS dengan cara dibelikan mobil bekas terlebih dahulu untuk kemudian dijual kembali di Afrika Barat.

Dana hasil penjualan mobil bekas di Afrika Barat itulah yang kemudian dimasukan kembali secara diam-diam ke Lebanon.

Pemerintah AS sebelumnya telah menggolongkan Hizbullah sebagai kelompok teroris dan melarang semua aktivitasnya di negara itu.

"Seperti yang kami tuduhkan pada tahun lalu, Bank Lebanon Kanada memainkan peran kunci dalam melakukan pencucian uang untuk Hizbullah," kata kepala Badan Anti Narkoba AS, DEA, Michele Leonhart seperti dikutip dari kantor berita AFP.

Hizbullah membantah

"Seperti yang kami tuduhkan pada tahun lalu, Bank Lebanon Kanada memainkan peran kunci dalam melakukan pencucian uang untuk Hizbullah"

Michele Leonhart

"Upaya tanpa henti yang kami lakukan untuk mengungkap jaringan kejahatan global menunjukan bahwa sistem perbankan AS telah dimanfaatkan untuk melakukan pencucian uang yang kemudian disalurkan ke Afrika Barat dan selanjutnya ke Lebanon."

Pada bulan Desember tahun lalu jaksa penuntut umum di Kejaksaan AS juga telah melakukan penuntutan terhadap LCB dan dua perusahaan lainnya atas penggunaan dana sebesar US$300 juta atau Rp2,8 triliun yang didapat dari bisnis obat bius dan kejahatan lainnya yang dilakukan di Lebanon.

Dana itu digunakan untuk membeli mobil bekas yang kemudian diekspor ke Afrika Barat.

Sejauh ini Hizbullah telah membantah tuduhan tersebut dan mengatakan apa yang disampaikan merupakan bagian dari propaganda AS.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.