Sudan selesaikan kisruh minyak

Terbaru  4 Agustus 2012 - 11:50 WIB

Penghentian produksi minyak akibat perselisihan pembayaran memukul ekonomi Sudan Selatan dan Sudan.

Sudan dan Sudan Selatan mencapai kesepakatan terkait perselisihan minyak yang sempat membawa kedua negara dalam jurang peperangan awal tahun ini.

Mereka juga akan membahas jadwal untuk mengembalikan ekspor minyak melalui utara, demikian kata mediator Thabo Mbeki.

Sebelumnya Sudan Selatan menghentikan produksi minyak di bulan Januari setelah gagal mencapai kesepakatan terkait biaya transit dengan tetangganya Sudan di utara.

Perselisihan ini memberi dampak buruk bagi ekonomi kedua negara.

Sebuah tenggat waktu untuk dua negara bertetangga tersebut untuk menyelesaikan perbedaan - termasuk pembayaran perselisihan minyak dan ketidaksepakatan garis perbatasan - berakhir Jumat (03/08) kemarin.

Kesengsaraan ekonomi

Mantan Presiden Afrika Selatan dan mediator Uni Afrika Thabo Mbeki mengatakan semua masalah yang mengemuka telah berhasil diselesaikan, tetapi tidak memberikan penjelasan lanjutan terkait kesepakatan tersebut.

"Kedua belah pihak telah sepakat untuk semua pengaturan keuangan terkait minyak,'' kata wartawan di ibukota Etiopia, Addis Ababa, dimana Dewan Keamanan dan Perdamaian Uni Afrika bertemu.

"Apa yang ada adalah sebuah kesepakatan, yang kemudian akan dilanjutkan dengan pembahasan langkah berikutnya terkait kapan perusahaan minyak diminta untuk bersiap kembali berproduksi dan ekspor.''

Sejauh ini kedua negara belum memberikan komentar terkait kesepakatan.

"Kedua belah pihak telah sepakat untuk semua pengaturan keuangan terkait minyak"

Thabo Mbeki

Ketika Sudan Selatan memisahkan diri dari Sudan di tahun 2011, mereka menguasai tiga perempat minyak sementara Sudan di bagian utara menguasai jalur transportasi.

Perselisihan terkait seberapa banyak Sudan Selatan harus membayar Khartoum untuk membawa minyak melintas kawasan utara menyebabkan masalah kesengsaraan ekonomi diantara kedua negara.

Sudan Selatan menghentikan semua produksi minyak, menuduh negara tetangganya mencuri ekspor mereka, sementara kebijakan pengetatan anggaran menyebabkan aksi protes di Khartoum, Sudan.

Kedua negara nyaris terlibat perang bulan April, ketika memperebutkan kawasan kaya minyak yang diperebutkan di Heglig.

Pengumuman Mbeki terkait kesepakatan baru ini muncul hanya beberapa jam setelah Menlu AS Hillary Clinton mendesak kedua negara untuk mencapai kesepakatan saat dia berkujung ke Juba.

"Ini mendesak bagi kedua belah pihak, utara dan selatan, mengikuti dan mencapai kesepakatan atas semua isu termasuk pembagian keuntungan minyak, keamanan, warga negara dan garis batas perbatasan,'' katanya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.