Rusia kecam resolusi PBB untuk Suriah

Terbaru  4 Agustus 2012 - 10:27 WIB
syria

Pertempuran masih berlangsung di Aleppo dan Damaskus. Pegiat HAM memperkirakan sekitar 20.000 tewas sejak krisis berlangsung 17 bulan lalu.

Rusia menyatakan resolusi yang dicapai dalam Majelis Umum PBB merusak upaya perdamaian di negara tersebut, di saat pertempuran masih berlangsung di lapangan.

Utusan Rusia untuk PBB, Vitaly Churkin, kepada wartawan mengatakan resolusi tersebut berpihak dan mendukung oposisi bersenjata.

Sedangkan negara Barat memuji resolusi yang disetujui oleh 133 suara, 12 menolak dengan 31 negara absen.

Majelis Umum PBB mengkritik baik Dewan Keamanan PBB dan pemerintahan Presiden Bashar al-Assad.

Majelis berdebat soal resolusi, yang diajukan oleh Arab Saudi, sesaat setelah utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan mundur dan kegagalan enam langkah rencana perdamaian.

"Secara terang-terangan mendukung oposisi bersenjata"

Vitaly Churkin

Dalam Majelis Umum PBB, Jumat (03/08), Rusia mengatakan ''tidak'' bersama Cina, Suriah, Kuba, Iran, Korea Utara, Belarus, Bolivia, Nikaragua, Burma, Zimbabwe dan Venezuela.

Sejumlah negara yang menyatakan absen diantaranya adalah India dan Pakistan.

Utusan Rusia Vitaly Churkin mengatakan kepada PBB bahwa rancangan resolusi yang diusulkan Arab Saudi ''secara terang-terangan mendukung oposisi bersenjata''.

Dia mengatakan negaranya menyesalkan resolusi yang ''hanya memperburuk keadaan dengan pendekatan konfrontatif untuk mencapai jalan keluar krisis Suriah, tidak melakukan apapun untuk memfasilitasi dialog antara pihak yang bertikai''.

''Tertulis seakan-akan oposisi bersenjata tidak ada sama sekali,'' tambahnya.

Churkin menekankan bahwa resolusi menyerukan kepada utusan PBB untuk bekerja menuju transisi demokrasi di Suriah, namun tugas utusan diatur untuk menggelar dialog, bukan perubahan rezim.

Rusia dan Cina sebelumnya memblokir tiga upaya di Dewan Keamanan PBB yang ingin memberikan sanksi terhadap Damaskus.

'Pesan kuat'

dubes suriah

Bashar Jaafari menilai resolusi usulan Arab Saudi akan menyulut api di Suriah.

Sementara itu duta besar Suriah untuk PBB, Bashar Jaafari, menyatakan Arab Saudi dan sponsor resolusi lainnya Qatar mencoba untuk bertindak sebagai ''pemadam kebakaran dan penyulut api secara bersamaan''.

Sedangkan Susan Rice, utusan AS di PBB menyambut resolusi tersebut.

Majelis Umum PBB ''mengirimkan pesan yang penting hari ini: mayoritas negara berdiri bersama rakyat Suriah,'' tulisnya dalam Twitter.

Dubes Inggris untuk PBB Sir Mark Lyall Grant mengatakan "mayoritas kolosal'' mendukung resolusi.

Menlu Inggris William Hague mengatakan: ''Resolusi ini... mengirim sinyal yang jelas bahwa dunia berdiri bersama dalam mengutuk rezim Suriah yang melakukan pelanggaran hak asasi manusia sistematis dan meminta untuk pertanggungjawabannya.''

Saat sesi majelis, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan konflik di Suriah menjadi sebuah ''perang proxy'' dan meminta negara lain ikut membantu untuk mengakhiri kekerasan.

Sementara di Suriah pertempuran masih terjadi dimana tank-tank pemerintah melancarkan serangan baru di Damaskus demikian pula di Aleppo.

Pegiat HAM mengatakan lebih dari 20.000 orang - kebanyakan sipil - tewas dalam 17 bulan kekerasan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.