PBB: Korea Utara butuh bantuan makanan

Terbaru  3 Agustus 2012 - 11:58 WIB
north korea floods

Banjir memicu kekhawatiran akan upaya Korea Utara memberi makan rakyatnya

Perserikatan Bangsa Bangsa mengatakan Korea Utara meminta bantuan makanan darurat setelah banjir besar bulan lalu.

Para pejabat PBB di Pyongyang mengatakan bantuan itu dibutuhkan secepatnya setelah mereka mengunjungi wilayah-wilayah yang terdampak banjir untuk melihat kerusakan.

Media resmi Korea Utara mengatakan sedikitnya 119 orang meninggal dunia dan puluhan ribu orang kehilangan tempat tinggal.

Kerusakan terhadap infrastruktur dan lahan pertanian berdampak langsung pada ketersediaan pangan di negara itu yang sebelumnya pun sudah mengalami krisis pangan.

Wilayah yang terdampak paling parah adalah kota Anju dan Songchon di provinsi Phyongan Selatan serta Chonnae di provinsi Kangwon, kata PBB.

Warga di wilayah itu sangat membutuhkan makanan dan air bersih, karena sumur-sumur terkontaminasi air kotor selama banjir.

Seorang juru bicara PBB di New York mengkonfirmasi bahwa pemerintah Korea Utara telah meminta PBB untuk mengeluarkan bantuan darurat termasuk makanan dan bahan bakar.

Sejumlah kelompok bantuan internasional sudah mulai mengumpulkan bantuan makanan dan sumbangan.

Hari Kamis, Palang Merah mengatakan mereka akan mengalokasikan lebih dari $300.000 untuk para korban banjir.

Gambar-gambar terbaru dari Anju yang diambil oleh kantor berita KCNA menunjukkan rumah-rumah dan lahan pertanian yang terendam serta warga berlindung di lantai atas bangunan.

Kim Kwang-dok, wakil ketua Komite Rakyat Kota Anju, mengatakan pada kantor berita Associated Press bahwa banjir itu adalah yang terburuk dalam sejarah kota.

Banjir yang terjadi pasca musim kemarau panjang tahun ini telah memicu kekhawatiran akan upaya Korea Utara memberi makan rakyatnya, kata wartawan BBC Lucy Williamson di Seoul.

Korea Utara mengandalkan bantuan makanan karena mereka tidak dapat memproduksi cukup makanan untuk rakyatnya. Kelaparan di pertengahan 1990an menewaskan ratusan ribu orang.

Laporan PBB bulan lalu memperkirakan bahwa dua pertiga dari 24 juta populasi Korea Utara menderita kekurangan makanan kronis.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.