Obama janjikan pemeriksaan kepemilikan senjata

Terbaru  26 Juli 2012 - 17:28 WIB
Presiden Obama dan polisi Colorado

Presiden Obama berbicara dengan polisi dan walikota Aurora, Colorado.

Presiden Barack Obama berjanji untuk bekerja sama dengan kedua partai di Kongres dan para tokoh masyarakat untuk meraih konsensus terkait langkah mengurangi kekerasan senjata di Amerika Serikat.

Presiden Obama -dalam pidato di New Orleans setelah penembakan di Colorado dengan korban tewas 12 orang- mengatakan ia menyadari adanya tradisi kepemilikan senjata di Amerika.

Namun ia akan menerapkan langkah yang masuk akal agar senjata tidak jatuh ke tangan penjahat dan orang dengan kondisi mental yang tidak stabil.

"Saya rasa, kita menyadari adanya tradisi kepemilikan senjata yang diturunkan dari generasi ke generasi lain, bahwa perburuan dan menembak adalah budaya," kata Obama.

"Namun saya juga merasa bahwa banyak pemilik senjata tentu setuju bahwa AK-47 seharusnya dimiliki tentara dan bukan penjahat. Bahwa senjata itu seharusnya digunakan di medan perang dan bukan di jalan-jalan di kota kita," tambahnya.

Sementara itu, orang yang dicurigai menembak 12 orang di bioskop Colorado pekan lalu, James Holmes, mengirimkan buku catatan yang menggambarkan pembantaian kepada seorang pakar kejiwaan di universitasnya, menurut laporan media Amerika.

Ilustrasi pembunuhan

"Banyak pemilik senjata tentu setuju bahwa AK-47 seharusnya dimiliki tentara dan bukan penjahat. Bahwa senjata itu seharusnya digunakan di medan perang dan bukan di jalan-jalan di kota kita"

Barack Obama

Menurut media di Amerika, buku catatan itu berisi gambaran tentang rencana serangan.

Universitas Colorado, Denver, memastikan mereka menerima paket mencurigakan dan telah mereka serahkan ke polisi.

James Holmes, 24, saat ini tengah ditahan terkait pembantaian di bioskop kota Aurora itu.

Laporan itu muncul pada saat pemakaman pertama dari 12 korban tewas.

Fox News, menyebut sumber yang tidak disebutkan namanya, merupakan media pertama yang melaporkan bahwa tersangka mengirim buku catatan itu.

Menurut Fox News, buku catatan itu berisi "rincian tentang bagaimana ia akan membunuh orang, dan ilustrasi berupa gambar tentang apa yang akan ia lakukan."

Media lain juga mengutip sumber yang tidak disebutkan namanya bahwa Holmes -yang merencanakan untuk berhenti dari kuliah- mengirim satu paket ke universitas.

Namun pihak universitas sendiri menyatakan paket itu justru dikirim sebelum pembantaian dan belum dibuka selama berhari-hari.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.