BBC navigation

Yaman tahan tersangka mata-mata Iran

Terbaru  19 Juli 2012 - 11:29 WIB
Presiden Abdrabuh Mansur Hadi

Presiden Abdrabuh Mansur Hadi memperingatkan Iran untuk keluar dari Yaman.

Kementerian Dalam Negeri Yaman mengumumkan penangkapan sejumlah orang yang diduga menjadi bagian jaringan mata-mata Iran.

Jaringan mata-mata ini biasa beroperasi di kawasan Tanduk Afrika dengan pusatnya di Sanaa dan dipimpin mantan anggota pasukan Penjaga Revolusi Iran.

Namun sejauh ini tidak diperoleh rincian penangkapan itu yang sebagian besar tersangkanya adalah warga negara Yaman.

Presiden Yaman Adbrabuh Mansur Hadi kemudian memperingatkan Iran untuk meninggalkan Yaman dan membiarkan negeri itu mengurus urusannya sendiri.

"Kami akan mempermalukan Iran di hadapan dunia," kata Presiden Hadi seperti dikutip televisi nasional Yaman.

"Kami akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan dan kalian akan membayar mahal jika terus melakukan tindakan ini," lanjut Hadi.

"Kami minta kalian meninggalkan Yaman dan biarkan kami mengurus urusan kami sendiri. Itu sudah cukup untuk saat ini," tambah dia.

Peringatan Amerika

"Kami minta kalian meninggalkan Yaman dan biarkan kami mengurus urusan kami sendiri. Itu sudah cukup untuk saat ini"

Abdrabuh Mansur Hadi

Peringatan Presiden Yaman ini mengulang klaim Amerika Serikat yang menyebut Iran tengah 'bermain' di Yaman yang masih berkutat dengan perpecahan dan pemberontakan.

Wartawan BBC di Sanaa Natalia Antelava awal tahun ini Duta Besar AS untuk Yaman Gerald Feierstein pernah mengungkapkan kecurigaannya atas campur tangan Iran di Yaman.

Saat itu Feierstein mengatakan Iran mendukung Muslim Syiah di utara Yaman dan mendukung pemberontak di selatan demi mengurangi pengaruh Arab Saudi di negeri itu.

Pernyataan Dubes AS ini ditanggapi serius Iran dan mengatakan justru Washingtonlah yang banyak 'bermain' di Yaman bukan Teheran.

Menurut laporan wartawan BBC di Yaman, banyak warga Yaman yang sepakat bahwa Amerika Serikatlah yang lebih banyak campur tangan di negeri itu.

"Dubes AS yang kerap menyebut pemerintah Yaman sebagai 'kami', kerap dikritik karena bersikap seperti tuan pemerintah kolonial," demikian laporan Antelava di Yaman.

Tak hanya itu, Amerika Serikat juga terlihat menambah jumlah pesawat-pesawat tanpa awaknya untuk menghadapi dan menyerang pemberontak.

Serangan pesawat tanpa awak itu banyak menewaskan warga sipil dan itu membuat Amerika Serikat tak terlalu disukai rakyat Yaman.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.