Bom bunuh diri di Yaman tewaskan enam orang

Terbaru  11 Juli 2012 - 22:12 WIB
Polisi menyelidiki serangan bom bunuh diri di Sanaa, Yaman.

Serangan bom terjadi ketika para siswa akademi polisi di Yaman meninggalkan akademi.

Sedikitnya enam orang tewas dan sejumlah lainnya cedera dalam serangan bom bunuh diri di sebuah akademi polisi di ibukota Yaman, Sanaa.

Polisi mengatakan pembom meledakkan dirinya di tengah kerumunan para siswa ketika mereka meninggalkan akademi itu setelah pelajaran selesai.

Kelompok militan sudah menegaskan akan melancarkan sejumlah serangan sebagai balas dendam atas aksi tentara pemerintah terhadap posisi-posisi mereka di Selatan.

Sumber kepolisian mengatakan kepada para wartawan terdapat sekitar 400 siswa yang belajar di akademi kepolisian itu dan sekitar seratus lebih dari mereka sedang ke luar dari gerbang selatan ketika serangan terjadi.

Belum ada pihak yang mengaku berada di balik serangan terbaru ini.

Dalam perkembangan lain, pemerintah Yaman mengumumkan menangkap dua dari lima militan al-Qaeda yang bulan lalu berhasil melarikan diri dengan menggunakan terowongan dari penjara di Provinsi Hodeida di sebelah barat negara itu.

Salah seorang yang berhasil ditangkap adalah Nasser Ismail Ahmed Muttahar, yang diduga terlibat dalam serangan atas Kedutaan BEsar Amerika Serikat di Sanaa pada tahun 2008.

Dalam serangan itu, 19 orang tewas termasuk seorang perempuan warga negara Amerika Serikat.

Kekerasan meningkat

Kekerasan di Yaman belakangan ini memang meningkat, sejalan dengan upaya pemerintah untuk memberantas kelmpok militan.

Bulan Mei 2012, 90 tentara tewas akibat serangan bom bunuh diri yang dilakukan seorang pembom yang mengenakan seragam militer ketika sedang berlangsung persiapan parade militer di Sanaa.

Akhir bulan lalu, seorang pembom bunuh diri berhasil menewaskan komandan militer Yaman selatan, Jendera Salim Al Qoton, yang memimpin operasi melawan kelompok militan.

Anshar a-Sharia, yang merupakan jaringan al-Qaeda di kawasan semenanjung Arab, mengaku bertanggung jawab atas serangan tersebut, yang merupakan serangan terbesar sejak presiden terpilih, Abd Rabbu Mansour Hadi, berkuasa awal tahun 2012.

Kelompok ini berhasil menguasai beberapa kawasan di Yaman selatan dengan memanfaatkan krisis politik di negara itu yang dipicu oleh unjuk rasa antipemerintah, yang mendorong mundurnya residen Ali Abdullah Saleh -yang sudah berkuasa selama 32 tahun.

Setelah terpilih sebagai presiden, Abd Rabbu Mansour Hadi memang bertekad untuk memukul kelompok militan dari kawasan yang dikuasai mereka.

Bulan lalu pemerintah berhasil merebut kembali Zinjibar, ibukota Provinsi Abyan di Yaman selatan- setelah melewati kontak bersenjata yang menewaskan ratusan mltan dan puluhan tentara.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.