BBC navigation

Dua kontainer NATO melintasi perbatasan Pakistan

Terbaru  5 Juli 2012 - 17:38 WIB
Truk yang membawa pasokan NATO melintasi perbatasan Pakistan

Salah satu kontainer pasokan NATO yang melintasi perbatasan Pakistan menuju Afghanistan.

Truk yang membawa pasokan untuk NATO di Afghanistan sudah melintasi perbatasan dari Pakistan untuk pertama kalinya sejak jalur itu ditutup tujuh bulan lalu.

Pihak berwenang Pakistan mengatakan dua kontainer milik NATO -yang membawa air minum- melintasi perbatasan Chaman, Kamis 5 Juli 2012.

Sejumlah truk lainnya masih menunggu di pelabuhan Karachi, Pakistan selatan, menunggu persetujuan untuk bisa melewati perbatasan.

Seorang pejabat di kantor bea cukai mengatakan mereka sebenarnya sudah menerima surat perintah untuk memberi izin pada Rabu (04/07) kemarin.

"Kami menerima perintah kemarin untuk mengizinkan truk yang membawa pasokan NATO untuk lewat, namun pejabat keamanan belum menerima instruksi," tutur Imran Raza kepada kantor berita Reuters.

"Mereka baru menerimanya hari ini dan dua truk sudah melintasi perbatasan ke Afghanistan," tambahnya.

Permintaan maaf

Pakistan membuka kembali jalur pasokan ini setelah Amerika Serikat meminta maaf atas serangan udara yang menewaskan 24 tentara Pakistan pada November 2011.

"Mereka baru menerimanya hari ini dan dua truk sudah melintasi perbatasan ke Afghanistan."

Imran Raza

Permintaan maaf itu diharapkan Pakistan bisa menjadi lompatan untuk meningkatkan hubungan dengan AS dan negara-negara NATO.

Wartawan BBC di Karachi, Aleem Maqbool, melaporkan sebagian besar truk NATO masih belum bergerak sambil menunggu perizinan.

Penutupan jalur perbatasan Pakistan untuk masuk ke Afghanistan selama tujuh bulan sempat menjadi salah satu sumber ketegangan dalam hubungan Pakistan dan Amerika Serikat karena awalnya tidak ada pihak yang mau mengalah.

Ketika 24 tentara Pakistan tewas akibat serangan udara Amerika Serikat, November tahun lalu, pejabat Amerika Serikat mengatakan serangan NATO itu untuk membalas tembakan dari kawasan perbatasan Pakistan yang masih bergejolak dan dikuasai para pemimpin suku.

Namun Pakistan menolak pernyataan itu.

Akhirnya Menteri Luar Negeri Hillary Clinton menyampaikan permintaan maaf atas serangan itu yang mendorong Pakistan membuka kembali jalur pasokan dari wilayahnya.

Pemerintah Islamabad juga menegaskan tidak akan meningkatkan bea untuk setiap truk yaitu US$250, setelah Washington tidak bersedia membayar US$5.000 per truk, seperti yang sempat direncanakan.

Pembukaan jalur pasokan NATO ini tampaknya juga akan membuka jalan untuk pencairan bantuan militer AS senilai US$1 miliar ke Pakistan.

Sementara itu kelompok militan Taliban sudah mengeluarkan pernyataan akan kembali menyerang truk-truk NATO.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.