BBC navigation

Palestina minta kematian Arafat diselidiki

Terbaru  5 Juli 2012 - 09:22 WIB

Yasser Arafat memimpin Organisasi Pembebasan Palestina selama 35 tahun

Pejabat Palestina meminta penyelidikan internasional atas kematian mantan pemimpin mereka, Yasser Arafat, sesudah ada klaim bahwa ia meninggal karena diracun.

Ilmuan Swiss mengatakan dalam acara dokumenter televisi al-Jazeera bahwa bahan radioaktif polonium-210 ditemukan di antara benda-benda yang diberikan pada jandanya, Suha Arafat sesudah kematiannya pada 2004.

Saat itu, Suha menolak otopsi, tetapi sekarang ia meminta jenazahnya digali untuk keperluan tes lebih lanjut.

Catatan medis Arafat mengatakan ia terkena stroke akibat gangguan darah.

Mantan asisten Arafat, Nabil Abu Rdeinah, yang kini menjadi juru bicara Presiden Palestina Mahmoud Abbas, mengatakan "tidak ada alasan agama atau politis yang mencegah investigasi lebih lanjut terhadap hal ini, termasuk menggali tubuhnya" selama permohonan itu datang dari keluarga mantan pemimpin Palestina tersebut.

Seorang pejabat Palestina lainnya, Saeb Erekat, mengatakan yang terpenting adalah "membentuk komite investigasi internasional melalui Dewan Keamanan (PBB) atau Pengadilan Internasional untuk menangani masalah ini."

Banyak rakyat Palestina yang yakin Arafat diracuni oleh Israel, yang menganggapnya sebagai halangan atas perdamaian dan menempatkannya dalam tahanan rumah. Israel menyangkal semua tuduhan atas keterlibatan mereka.

Ada pula yang menduga Arafat mengidap Aids.

'Tak bisa dijelaskan'

Suha Arafat menyatakan ia bersedia jenazah suaminya digali

Arafat yang memimpin Organisasi Pembebasan Palestina (PLO) selama 35 tahun dan menjadi presiden Otoritas Palestina pertama pada 1996, sakit keras pada Oktober 2004 di rumahnya di Tepi Barat.

Dua pekan kemudian ia dibawa ke rumah sakit militer Prancis di Paris dan meninggal dunia pada 11 November 2004 pada usia 75.

Dokter-dokter yang merawatnya di Prancis tidak mengeluarkan informasi apa pun atas kondisi Arafat atas dasar kerahasiaan data pasien.

Selasa (03/07), al-Jazeera melaporkan bahwa Institut Fisika Radiasi (IRA) di Universitas Lausanne di Swiss menemukan adanya polonium-210 dalam jumlah "signifikan" dalam sampel yang diambil dari benda-benda pribadi Arafat, termasuk kafiyah yang menjadi ciri khasnya.

"Saya bisa mengkonfirmasi bahwa kami mengukur adanya polonium-210 dalam jumlah besar dari benda-benda milik Arafat yang mengandung noda-noda cairan biologis," kata Dr Francois Bochud, direktur Institut Fisika Radiasi, pada al-Jazeera.

Dalam beberapa kasus, jumlah itu 10 kali lebih tinggi dari subyek yang terkontrol, dan polonium itu tidak mungkin berasal dari sumber-sumber alami, kata si ilmuan.

Namun juru bicara institut itu, Darcy Christen, mengatakan pada kantor berita Reuters bahwa gejala-gejala klinis yang dijelaskan dalam catatan medis Arafat tidak konsisten dengan polonium-210.

Mantan mata-mata Rusia Alexander Litvinenko meninggal dunia karena terpapar polonium 210 di London pada 2006. Inggris menuduh Andrei Lugovoi, mantan petugas KGB meracuni teh Litvinenko.

Penyelidikan internasional

Untuk memastikan teori bahwa Arafat diracun dengan polonium-210 maka penggalian dan analisis jenazah sangat penting, kata Dr Bochud.

"Jika Suha Arafat benar-benar ingin tahu apa yang terjadi pada suaminya, kita memerlukan sampel," kata dia. "Penggalian.... akan memberi sampel yang seharusnya mengandung polonium dalam kuantitas tinggi jika ia memang diracun."

Suha menyatakan ia akan membuat permohonan itu dan mengatakan pada al-Jazeera, "Kami harus melakukan tindakan lebih lanjut dan menggali jenazah Yasser Arafat untuk mengungkat kebenaran pada dunia Muslim dan dunia Arab."

Hanan Ashrawi, anggota komite eksekutif PLO mengatakan, penggalian dapat dilakukan jika hal itu merupakan tuntutan penyelidikan internasional.

"Kami harus mendiskusikan isu ini dan memandangnya dari berbagai sisi," kata Hanan Ashrawi pada BBC.

Pada 2005, harian New York Times mendapat salinan catatan medis Arafat yang mengatakan bahwa ia meninggal karena stroke parah akibat pendarahan yang disebabkan infeksi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.