Kecelakaan pesawat Air France karena 'pilot'

Terbaru  5 Juli 2012 - 21:57 WIB
Air France

Pengangkutan puing-puing pesawat Air France yang jatuh tahun 2009.

Kerusakan teknis dan kesalahan manusia menyebabkan kecelakaan pesawat Air France di Atlantik Juni 2009 yang menyebabkan 228 orang tewas.

Laporan akhir tentang kecelakaan yang diterbitkan oleh Otorita Penerbangan Prancis, BEA, menyebutkan ergonomi pesawat Airbus A330 dan juga langkah yang dilakukan pilot merupakan penyebabnya.

Pesawat jet itu hilang dari radar dalam perjalanan dari Paris menuju Rio de Janeiro.

Pencarian kotak hitam pesawat dilakukan selama hampir dua tahun.

BEA mengatakan kecelakaan itu diawali dengan tidak berfungsinya sensor kecepatan yang disebut Pitots selama terjadi guncangan di udara.

Kapten pesawat saat itu tengah beristirahat dan co-pilot yang memegang kendali.

Saat kapten kembali ke dek, ia tidak mampu lagi mengatasi masalah, menurut laporan itu.

Salah satu kesalahan yang dilakukan awak adalah mengarahkan ujung pesawat ke atas dan bukannya ke bawah, saat pesawat dalam keadaan terhenti.

"Awak pesawat sama sekali tidak dapat mengendalikan keadaan," kata penyidik BEA Alain Bouillard kepada para wartawan Kamis (05/07) saat menerbitkan laporan akhir.

Para penyidik tidak mengerti mengapa pesawat terhenti sementara dalam posisi menurun dengan kecepatan 11.000 kaki (3.352 meter) per menit, tambahnya.

Laporan itu mengangkat 25 rekomendasi keselamatan baru di luar 25 poin yang diangkat dalam laporan awal tahun lalu.

Rekomendasi itu mencakup pelatihan yang lebih baik untuk pilot dan perbaikan sistem peringatan.

Klaim pembunuhan tak berencana

"Awak pesawat sama sekali tidak dapat mengendalikan keadaan"

BEA

Para penyidik mengatakan kesalahan ada pada Airbus dan Air France, dan klaim itu menyebabkan sengketa antara dua perusahaan terkait siapa yang dapat dituntut untuk pertanggungjawaban.

Kedua perusahaan tengah diselidiki oleh pengadilan Prancis atas dakwaan pembunuhan tidak berencana.

Laporan yudisial terpisah akan diterbitkan minggu depan.

Laporan ini diperkirakan akan serupa dengan laporan yang dikeluarkan BEA, menurut kantor berita Prancis, AFP.

Sejak kecelakaan itu, Air France mengganti sensor kecepatan dalam armada Airbus -yang dibuat oleh perusahaan Prancis Thales- dengan model terbaru.

Puing-puing pesawat ditemukan setelah pencarian lama di kawasan dasar laut seluas 10.000 km2.

Setelah dicari selama 23 bulan, robot dalam bentuk kapal selam akhirnya menemukan kotak hitam tahun lalu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.