Kapal pengungsi ke Australia ditemukan

Terbaru  4 Juli 2012 - 11:48 WIB
Pencari Suaka

Pencari Suaka menuju Australia dari Indonesia dengan menumpang kapal yang kelebihan muatan.

Kapal Angkatan Laut Australia telah menerima permintaan bantuan dari sebuah kapal di sekitar perairan perbatasan Indonesia.

Pejabat itu mengatakan cuaca yang buruk menyebabkan mereka tidak dapat memasuki kapal tersebut, tetapi para kru memantau situasi di kawasan tersebut.

Kapal itu disebutkan membawa 130-180 orang pencari suaka, yang meminta tolong ketika berlayar diantara Indonesia dan Pulau Christmas.

Peristiwa ini terjadi setelah pemimpin kedua negara sepakat untuk meningkatkan kerjasama dalam perdagangan manusia, setelah dua kapal pencari suaka tenggelam bulan lalu.

Otoritas Keselamatan Maritim Australia mengatakan sebuah kapal komersial juga berada di lokasi dan kapal Angkatan Laut lainnya sedang menuju ke area tersebut.

"Kondisi cuaca yang tidak menguntungkan, menyebabkan HMAS Wollongong tidak dapat memasuki kapal, karena masalah gangguan alam," seperti dalam pernyataan AMSA.

Menteri Dalam Negeri Jason Clare mengatakan kepada media Australia bahwa kapal itu masih berada di perairan.

Pulau Christmas, berada di di bagian barat laut, lebih dekat dengan Indonesia kepada Australia. Lokasi ini menjadi tujuan para pencari suaka yang ingin ke Australia, mereka biasa menumpang kapal dengan jumlah penumpang yang berlebihan, dan kondisi kapal yang buruk.

Kerjasama atasi pengungsi

Perdagangan manusia merupakan agenda utama dalam pertemuan Perdana Menteri Australia Julia Gillard dan Presiden Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono di Darwin, Selasa lalu.

Dua pemimpin negara mengatakan telah sepakat bekerja sama untuk meningkatkan tindakan bersama atas kecelakaan yang menimpa kapal pencari suaka.

Dua kapal pencari suaka tenggelam di perairan yang terletak diantara kedua negara pada bulan lalu.

Satu kapal tenggelam di Pulau Christmas Island pada 21 Juni. Sekitar 110 orang selamat dan 17 jenazah ditemukan, tetapi diperkirakan kapal itu mengangkut lebih dari 200 penumpang.

Setidaknya empat orang diyakini tewas satu pekan kemudian, ketika kapal yang lain tenggelam di wilayah itu.

Otoritas Australia ingin mencari jalan keluar untuk mencegah orang untuk melakukan perjalanan yang berbahaya ini, tetapi pembicaraan kedua pihak mengalami jalan buntu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.