BBC navigation

PBB: Hentikan militerisasi konflik Suriah

Terbaru  3 Juli 2012 - 08:04 WIB
Konflik Suriah

Pasukan pemberontak Suriah mendapat banyak pasokan senjata dari luar negeri.

Utusan PBB urusan hak asasi manusia Navi Pillay menyerukan agar militerisasi lebih jauh dalam konflik Suriah harus dihentikan dengan segala cara.

"Baik pasukan pemerintah dan pemberontak sama-sama membahayakan nyawa warga sipil," kata Pillay.

Sejumlah negara diduga menyediakan bantuan senjata dan dana untuk kedua pihak yang bertikai, namun dalam pernyataannya itu Pillay tak menyebut negara manapun.

Tetapi banyak yang menduga Arab Saudi dan Qatar memasok senjata untuk Pasukan Pembebasan Suriah (FSA) dan bahkan membayar gaji para tentaranya.

Sementara itu, Rusia dan Iran banyak dituding terus mempersenjatai pasukan pemerintahan rezim Presiden Bashar al-Assad.

Wartawan BBC di New York melaporkan Pillay juga menyatakan pasukan pemerintah Suriah telah menyerang klinik-klinik kesehatan.

Sementara dari Suriah dilaporkan pasukan pemberontak telah merebut setidaknya satu fasilitas kesehatan untuk digunakan demi kepentingan militer.

Pembelotan tentara

Dalam perkembangan lain, televisi pemerintah Turki melaporkan sebanyak 85 tentara Suriah melintasi perbatasan dan membelot ke Turki.

Di antara para tentara pembelot itu, terdapat seorang jenderal dan tujuh orang berpangkat perwira. Pembelotan ini dianggap yang terbesar sejak krisis politik Suriah meledak.

Kelompok tentara pembelot ini dilaporkan telah dikirim ke sebuah kamp pengungsi di sebelah selatan Turki.

Pekan lalu sebanyak 30 orang tentara Suriah juga membelot termasuk seorang jenderal, dua orang kolonel dan dua orang mayor.

Pembelotan militer ini memperpanas ketegangan antara Turki dan Suriah yang meningkat sejak pasukan Suriah menembak jatuh pesawat tempur turki pada 23 Juni lalu.

Krisis politik Suriah sudah berjalan lebih dari satu tahun dan PBB menduga korban tewas akibat krisis ini sudah mencapai lebih dari 9.000 orang.

Namun, jumlah korban itu sangat sulit diverifikasi karena media massa luar negeri tidak bisa memasuki wilayah Suriah.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.