BBC navigation

Longsor di Bangladesh tewaskan sedikitnya 50 orang

Terbaru  27 Juni 2012 - 16:31 WIB
Tanah longsor di Bangladesh

Tentara ikut dikerahkan untuk mencari korban yang mungkin masih selamat.

Sedikitnya 50 orang tewas akibat tanah longsor di Bangladesh tenggara setelah hujan lebat yang turun selama beberapa hari terakhir.

Sejumlah orang lainnya masih dinyatakan hilang dan puluhan ribu orang terpaksa mengungsi dari rumah mereka.

Aparat keamanan dikerahkan untuk mencari korban yang mungkin masih selamat namun operasi pencarian korban terhambat oleh cuaca yang buruk.

Pihak berwenang memperkirakan sekitar 150.000 orang terperangkap banjir.

"Kami mengalami curah hujan terbesar dalam beberapa tahun belakangan," kata Jainul Bari, Komisioner Wilayah Cox's Bazar, salah satu kawasan yang paling menderikta akibat banjir.

Jalur kereta api terganggu

Sementara itu di kawasan Bandarban -yang terletak di sebelah Cox's Bazar- sejumlah jenazah ditemukan dari balik timbunan tanah longsor.

Tanah longsor di Bangladesh

Diperkirakan sekitar 150.000 orang terkena dampak banjir Bangladesh.

Kepala Kepolisian Bandarban, Saiful Ahmed, mengatakan kepada kantor berita AFP bahwa sebagian besar kroban sedang tidur ketika longsoran lumpur datang dan menimbun rumah-rumah mereka.

"Salah seorang kehilangan 12 anggota keluarganya," tutur Ahmed.

Pihak berwenang mengatakan hujan mungkin masih akan turun lagi dalam beberapa hari mendatang.

Sebagian besar kawasan kota pelabuhan Chittagong -yang merupakan kota terbesar kedua di Bangladesh- terendam banjir. Penerbangan ke Bandara Chittagong juga sudah dihentikan karena banjir.

Hubungan kereta api antara Chittagong dan beberapa kota lain di negara itu juga terhambat karena jembatan yang rubuh akibat hantaman banjir.

Chittagong dalam beberapa tahun belakangan sering dilanda banjir dan tanah longsor dan diduga pembangunan yang pesat menjadi salah satu penyebabnya.

Bulan Juni 2007, tanah longsor di Bangladesh menewaskan sekitar 130 orang, sementara di Cox's Bazar jatuh korban 53 jiwa -juga akibat longsor- pada tahun 2010.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.