BBC navigation

Presiden baru Mesir mulai bentuk kabinet

Terbaru  25 Juni 2012 - 23:26 WIB
Muhammed Mursi

Muhammed Mursi meminta rakyat Mesir bersatu-padu membangun kembali negara itu.

Presiden terpilih dalam pemilihan yang bebas pertama di Mesir, Mohammed Mursi, memulai upaya untuk membentuk pemerintahan.

Pada Senin, 25 Juni, Mursi menempati kantor yang pernah diduduki oleh mantan Presiden Husni Mubarak.

Seorang juru bicara mengatakan Mohammed Mursi mengadakan pertemuan dan konsultasi tentang pembentukan pemerintahan baru.

"Dia telah memulai pembicaraan dan mengantongi nama-nama yang dipertimbangkan. Dia mengatakan akan segera mengumumkan kabinet," kata Nermine Mohammed Hassan, juru bicara tim kampanye pemenangan Mursi.

Dalam pidato politiknya menyusul pengumuman kemenangannya pada Minggu malam, Mohammed Mursi -yang berasal dari Ikhawanul Muslim- meyakinkan berbagai kelompok di Mesir bahwa hak-hak mereka akan dijamin.

Presiden terpilih baru berusaha meyakinkan kalangan liberal dan minoritas untuk tidak khawatir dengan presiden yang berhaluan Islam tersebut seperti dijelaskan oleh wartawan di Kairo, Musthafa Abdul Rahman.

"Sebelum ini memang ada kekhawatiran bahwa Muhammed Mursi yang berasal dari Ikhwanul Muslimin menjadikan Mesir sebagai negara agama. Tetapi semua masyarakat dunia melihat sambutan Muhammed Mursi tadi malam dan sama sekali tidak menyinggung masalah negara agama atau isu-isu yang dikhawatirkan selama ini," kata Musthafa Abdul Rahman.

Wewenang Dewan Militer

"Jadi apa yang disampaikan oleh Mohammed Mursi itu sesuai dengan aspirasi kelompok lain di luar Ikhwanul Muslimin..."

Musthafa Abdul Rahman

Dalam pidato politiknya Mohammed Mursi menegaskan ingin membangun Mesir sebagai negara yang modern, demokratis, dan sipil.

"Jadi apa yang disampaikan oleh Mohammed Mursi itu sesuai dengan aspirasi kelompok lain di luar Ikhwanul Muslimin, khususnya kelompok liberal dan Muhammed Mursi juga berjanji akan menjamin hak-hak semua warga Mesir tanpa kecuali, termasuk kelompok minoritas misalnya Kristen Koptik," tambah Musthafa Abdul Rahman.

Sementara itu para anggota dan simpatisan Ikhwanul Muslimin menggelar aksi duduk di Lapangan Tahrir, Kairo, guna menekan Dewan Agung Militer Mesir untuk mencabut dekrit yang dikeluarkan sehubungan dengan wewenang untuk dewan itu sendiri.

Dewan Agung Militer sudah mendeklarasikan kuasa penuh atas wewenang parlemen yang dibubarkan dan wewenang besar dalam bidang keamanan.

Mohammed Mursi mungkin akan disumpah pada 30 Juni, meskipun belum jelas berapa besar kewenangan yang akan dimilikinya sebagai presiden.

Dewan Agung Militer Mesir telah mengambil alih kewenangan presiden.

Menurut Musthafa Abdul Rahman, masalah otorita presiden menjadi polemik besar di Mesir tetapi diyakini Ikhwanul Muslimin dan Dewan Agung Militer akan mengadakan pembicaraan mengenai hal tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.