Polisi Bolivia mogok minta kenaikan gaji

Terbaru  24 Juni 2012 - 10:17 WIB
mogok polisi  bolivia

Pemerintah Bolivia mengerahkan tentara untuk menjaga keamanan di sejumlah wilayah menyusul aksi mogok anggota polisi.

Pemerintah Bolivia terpaksa mengerahkan anggota tentaranya untuk berpatroli di sejumlah jalan akibat polisi yang biasa bertugas melakukan aksi mogok memprotes gaji yang mereka nilai terlalu rendah.

Aksi protes anggota polisi di negara itu berubah memanas dan berujung pada kekerasan hari Kamis (21/06) lalu setelah mereka menguasai barak kepolisian di kota La Paz.

Menteri Komunikasi Amanda Davila mengatakan akis mogok para petugas kepolisian ini merupakan rekayasa sebagai upaya untuk melakukan kudeta terhadap pemerintah saat ini.

Pembicaraan yang dilakukan pemerintah dengan petugas polisi yang mogok sejauh ini juga tidak membuahkan hasil.

Dalam penjelasannya Davila juga mengatakan para petugas kepolisian selain melakukan aksi mogok juga berupaya untuk mengumpulkan senjata dan menekan unit lain untuk menyerahkan senjata mereka kepada perwira kepolisian yang terlibat dalam aksi mogok tersebut.

"Laporan media dan intelijen kami mengatakan bahwa skenario kudeta kepada pemerintah saat ini tengah mereka susun," kata Davila.

Sejauh ini tudingan itu telah dibantah oleh sejumlah perwira kepolisian yang terlibat aksi mogok ini. Mereka mengatakan, tidak punya kepentingan apapun untuk melengserkan Presiden Bolivia yang berasal dari kelompok sayap kiri, Evo Morales.

Para perwira itu mengatakan satu-satunya kepentingan dalam aksi ini adalah mencapai kesepakatan untuk mendapatkan gaji yang lebih tinggi.

Saat ini perwira kepolisian Bolivia mendapatkan gaji yang berkisar antara US$150 atau sekitar Rp1.422.000 hingga US$200 atau Rp 1.896.000 perbulan.

Mereka menuntut adanya kesamaan gaji dengan perwira yang bertugas di kesatuan militer.

Dalam pembicaraan terakhir, anggota polisi yang mogok menolak tawaran pemerintah yang akan menaikan gaji mereka sebesar tujuh persen dari gaji sekarang pada tahun ini.

Belum sepakat

Menteri Pertahanan Ruben Savedra mengatakan saat ini tentara akan melindungi properti milik swasta dan juga berupaya untuk memastikan aturan publik berjalan tanpa gangguan selama anggota polisi mogok kerja.

Aksi mogok yang disertai kekerasan mulai terjadi pada hari Kamis lalu saat sekelompok polisi beserta istri mereka menguasai kantor satuan elit kepolisian dan mengusir atasan mereka.

"Laporan media dan intelijen kami mengatakan bahwa skenario kudeta kepada pemerintah saat ini tengah disusun mereka"

Amanda Davila

Sejumlah perwira kemudian bergabung dalam aksi protes di sejumlah kota besar Bolivia seperti Santa Cruz, Cochabamba dan Oruro.

Aksi lainnya yang mendapat sorotan adalah ketika 300 anggota kepolisian menyerang kantor kantor Direktorat Intelijen Nasional pada hari Jumat (22/06) dan merusak sejumlah dokumen dan komputer.

Pemerintah Bolivia yang telah menugaskan Menteri Dalam Negeri Carlos Romero untuk melakukan pembicaraan dengan peserta aksi sejauh ini belum mencapai kesepakatan.

Romero mengatakan sebenarnya sudah ada kemajuan dari pertemuan ini namun pemimpin aksi protes itu, Edgar Ramos mengatakan para perwira tidak akan puas dengan hanya diberikan kenaikan yang mereka nilai seperti remah-remah saja.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.