PBB: 1,5 juta warga di Suriah perlu bantuan

Terbaru  22 Juni 2012 - 19:03 WIB
Kerusakan di Suriah akibat peperangan

Gedung-gedung rusak akibat pertempuran dan sebagian digunakan sebagai tempat penampungan warga.

PBB mengatakan sebanyak 1,5 juta warga Suriah memerlukan bantuan, sekitar 500.000 orang lebih besar dari perkiraan ketika kekerasan terus meningkat.

Dalam pernyataan yang dikeluarkan di Jenewa, Swiss, Jumat (22/06), Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB (OCHA) mengatakan semakin banyak warga yang melarikan diri dari rumah mereka karena peperangan.

"Sebanyak 1,5 juta orang di Suriah sekarang memerlukan bantuan kemanusiaan," kata juru bicara OCHA Jens Laerke dalam jumpa pers di Jenewa.

Warga yang memerlukan bantuan kemanusiaan tersebut antara lain adalah 350.000 orang di Provinsi Idlib dan 250.000 orang di kota bergolak Homs.

Menurut OCHA, di Homs sendiri terdapat 100 gedung yang telah dijadikan penampungan sementara bagi warga yang melarikan diri dari rumah.

Program Pangan Dunia, kata Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan PBB, sampai pertengahan Juni telah menyalurkan bantuan pangan kepada 461.000 warga Suriah dan mentargetkan bisa menambah jumlahnya menjadi 850.000 jiwa pada Juli 2012.

Rumah sakit tidak berfungsi

"PBB merencanakan mendirikan pusat-pusat distribusi di Homs, tempat 250.000 warga memerlukan bantuan berdasarkan hasil pemantauan misi, dan juga di Deir ez Zor, tetapi menurut PBB, situasi keamanan tidak memungkinkan."

Imogen Foulkes

Wartawan BBC di Jenewa Imogen Foulkes melaporkan semakin banyak penduduk Suriah yang memerlukan bantuan pangan, obat-obatan dan perumahan tetapi badan-badan bantuan hampir tidak mampu membantu.

Pasalnya, lanjut Foulkes, kesepakatan antara PBB dan pemerintah Suriah terkait penyaluran bantuan secara besar-besaran yang ditandatangani dua pekan lalu ternyata belum bisa terlaksana.

"PBB merencanakan mendirikan pusat-pusat distribusi di Homs, tempat 250.000 warga memerlukan bantuan berdasarkan hasil pemantauan misi, dan juga di Deir ez Zor, tetapi menurut PBB, situasi keamanan tidak memungkinkan," jelas Imogen Foulke.

Kesehatan merupakan salah satu masalah utama yang dialami warga. Pemantauan Badan Kesehatan Dunia terhadap rumah sakit-rumah sakit di Suriah mendapati bahwa separuh dari jumlah rumah sakit tidak berfungsi sebagaimana mestinya.

Komite Palang Merah Internasional adalah satu-satunya badan bantuan internasional yang beroperasi di Suriah tetapi tidak bisa leluasa menjangkau daerah-daerah bergolak.

Palang Merah masih menunggu untuk masuk ke Homs. Ratusan orang yang mengalami luka akibat serangan kini masih terperangkap di kota tersebut.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.