BBC navigation

Sekitar 90.000 warga Burma mengungsi

Terbaru  20 Juni 2012 - 16:19 WIB
Rumah yang rusak setelah kerusuhan di Rakhine.

Rumah yang rusak akibar kerusuhan antar umat Islam dan Budha di negara bagian Rakhine.

Para pekerja sosial di Burma mengatakan sekitar 90.000 orang mengungsi akibat kekerasan antara masyarakat Islam dan Buddha di negara itu.

Progam Pangan Dunia, WFP, mengatakan bantuan pangan darurat sudah disalurkan kepada dua pertiga dari pengungsi.

Sejauh ini WFP mengatakan sudah berhasil mencapai lebih dari 60.000 pengungsi, antara lain di sekitar kota Sittwe, Maungdaw, Buthidang serta Rathedaung dan akan meningkatkan operasinya dalam beberapa hari mendatang.

"WFP sudah mencapai lebih dari 66.000 pengungsi dengan bantuan pangan darurat pekan lalu, dengan menyalurkan beras, kacang-kacangan, dan minyak makan," tutur juru bicara WFP, Elisabeth Byrs.

Sementara UNHCR menegaskan akan memberikan bantuan untuk penampungan sementara -antara lain dalam bentuk tenda, selimut, dan kasur- kepada semua pengungsi yang terkena dampak kekerasan di negara bagian Rakhine itu.

"WFP sudah mencapai lebih dari 66.000 pengungsi dengan bantuan pangan darurat pekan lalu, dengan menyalurkan beras, kacang-kacangan, dan minyak makan."

Elisabeth Byrs

"Disebutkan bahwa pemerintah menyediakan 40 tempat penampungan sementara di enam kota di Rakhine dan meminta bantuan kemanusian untuk membantu orang-orang di lokasi tersebut," tutur juru bicara PBB, Martin Nesirky kepada para wartawan pada Rabu (20/06).

Bangladesh menolak pengungsi

Lembaga PBB ini juga mengamati situasi di perbatasan Burma dan Bangladesh karena sejumlah pengungsi berupaya melintas perbatasan untuk menyelamatkan diri.

Namun Bangladesh menolak untuk menerima para pengungsi dari Burma yang berupaya untuk masuk ke wilayahnya.

"UNHCR mengatakan pemerintah Bangladesh mempertahankan posisinya untuk menutup perbatasan dan menolak lebih dari 100 pengungsi pada hari Senin," tambah Nesirky.

Walau kekerasan sudah mereda, UNHCR berpendapat situasi masih tegang.

Organisasi hak asasi, Amnesty International, sudah meminta agar pemerintah Burma mengizinkan lembaga-lembaga bantuan untuk memasuki kawasan-kawasan pengungsian tanpa halangan sama sekali.

Lembaga itu juga mendesak agar dilakukan penyelidikan independen dan memperingatkan walau kekerasan sudah terhenti, masih terjadi pelanggaran hak asasi.

Sejak kekerasan marak awal Juni, lebih dari 50 orang tewas. Kekerasan itu dipicu akibat beredarnya berita yang menyebutkan tiga pria Muslim memperkosa dan membunuh seorang perempuan Buddha.

Negara bagian Rakhine -yang terletak di dekat perbatasan dengan Bangladesh- merupakan wilayah tempat tinggal sejumlah besar umat Islam di Burma.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.