BBC navigation

Julian Assange ajukan suaka politik ke Ekuador

Terbaru  20 Juni 2012 - 12:25 WIB
assange

Proses ekstradisi Assange akan dimulai 28 Juni mendatang.

Pendiri Wikileaks Julian Assange mencari suaka politik ke Ekuador melalui kedutaannya di London.

"Ekuador tengah mempelajari dan menganalisa permintaan tersebut,'' kata Menteri Luar Negeri Ekuador Ricardo Patino kepada wartawan di Quito, Ekuador.

Pekan lalu Mahkamah Agung Inggris menolak permintaan Assange untuk membuka kembali sidang banding atas putusan ekstradisi ke Swedia terkait kasus kejahatan seksual yang dibantahnya.

Assange masih bisa membawa kasusnya ke Pengadilan HAM Eropa, ECHR dan memiliki batas waktu hingga 28 Juni, atau proses ekstradisi akan segera dimulai.

Jaksa Swedia ingin menginterogasi dirinya terkait dugaan pemerkosaan dan penyerangan seksual yang dibuat oleh dua wanita mantan relawan Wikileaks di pertengahan tahun 2010.

Assange, pendiri situs Wikileaks pembocor banyak kawat diplomat yang membuat malu sejumlah negara ini membantah tuduhan dan mengklaim bahwa aktivitas seksual dilakukan atas dasar suka-sama suka.

Dalam sebuah pernyataan, kedutaan Ekuador mengatakan Assange tiba di sana Selasa (19/06) sore untuk mencari suaka.

''Sebagai penandatangan Deklarasi Universal PBB untuk Hak Asasi Manusia, dengan kewajiban untuk meninjau semua aplikasi suaka, kami segera sampaikan permohonannya ke departemen terkait di Quito,'' demikian isi pernyataan tersebut.

"Disaat departemen mengkaji aplikasinya, Assange akan tetap berada di kedutaan, di bawah perlindungan pemerintah Ekuador.''

Kementerian Luar Negeri Ekuador mengatakan Inggris telah diberitahu secara resmi bahwa Julian Assange tengah mencari suaka ke Ekuador.

Karena dia sekarang berada di kedutaan Ekuador, dia ada ''dalam kawasan diplomatik dan diluar jangkauan polisi,'' kata seorang juru bicara.

Garansi minimum

"Disaat departemen mengkaji aplikasinya, Assange akan tetap berada di kedutaan, di bawah perlindungan pemerintah Ekuador."

Kemenlu Ekuador

Kedutaan Ekuador mengatakan keputusan untuk mempelajari permintaan suaka ''jangan diartikan sebagai upaya pemerintah Ekuador mengintervensi proses hukum, baik di Inggris maupun Swedia.''

Assange sendiri mengeluarkan pernyataan, yang mengatakan dia ''senang duta besar dan pemerintah Ekuador mempertimbangkan aplikasi saya.''

Menlu Ekuador Patino mengatakan Assange menulis surat ke Presiden Ekuador Rafael Correa yang menyebut dirinya diadili.

Patino mengatakan Assange yang merupakan warga negara Australia tersebut mengklaim ''otoritas di negaranya tidak akan memberikan garansi minimum di hadapan setiap pemerintahan''.

Assange mengatakan dia tidak akan dilindungi dari upaya ekstradisi ke ''negara asing yang memberlakukan hukuman mati untuk kejahatan mata-mata dan hasutan,'' kata Patino.

Para pemerhati masalah anti-kerahasiaan mengkhawatirkan pengekstradisian Assange ke Swedia mungkin akan berujung pada pengiriman dirinya ke Amerika Serikat dan menghadapi ancaman hukuman mati akibat aktivitasnya di Wikileaks.

Wikileaks dalam situs Twitter menulis: ''Peringatan: Julian Assange telah meminta suaka politik dan dalam perlindungan kedutaan Ekuador di London''.

Juga disebutkan bahwa Ekuador pernah menawarkan suaka politik kepadanya sekitar November 2010 silam.

Wakil menteri luar negeri Ekuador mengatakan pada tahun 2010 negaranya menawarkan kewarganegaraan ke Assange karena ingin memberikan kesempatan padanya untuk memberikan informasi yang dia miliki.

Bagaimanapun, Presiden Rafael Correa berulang kali membantah kabar tersebut, yang dia katakan bahwa dia atau Patino belum memberi persetujuan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.