Capres Ikhwanul Muslimin klaim raih suara terbanyak

Terbaru  18 Juni 2012 - 09:17 WIB
Pemilu Mesir

Para petugas mulai menghitung surat suara dalam pemilihan presiden Mesir.

Ikhwanul Muslimin klaim kandidat presidennya Mohammed Mursi mengungguli rivalnya Ahmed Shafiq setelah sekitar 81 persen suara pemilih dalam pemilu presiden Mesir dihitung.

Klaim ini disampaikan setelah para pemantau pemilu Ikhwanul Muslimin yang tersebar di seluruh Mesir mengamati perhitungan dan menyampaikan laporannya.

Salah seorang petinggi Ikhwanul Muslimin Khaled al-Qazaz mengatakan sebanyak 81,7 presen dari 13.100 tempat pemungutan suara sudah menyelesaikan perhitungan.

Dan, lanjut Qazaz, dari perhitungan itu Mursi unggul 52,49 persen, sementara rivalnya Shafiq hanya meraih 47,5 persen.

"Sudah 20 juta suara dihitung. Sekitar 10,5 juta suara diberikan kepada Mursi dan 9,5 juta untuk Shafiq," kaga Qazaz.

Namun, jika klaim Ikhwanul ini benar maka siapapun yang memenangkan pemilu ini hanya akan unggul tipis dan baru akan diketahui hasil pastinya pada saat penghitungan suara selesai seluruhnya.

Sejauh ini tim sukses Ahmed Shafiq belum memberikan komentar apapun soal hasil penghitungan suara sementara.

Kekacauan politik

"Jika Shafiq jadi pemenang, maka pasti ada kecurangan."

Murad Mohammed Ali

Sementara itu, pada Minggu (17/6) pemerintah militer Mesir menerbitkan konstitusi sementara yang memungkinkan militer berbagi kekuasaan dengan presiden baru nanti.

Ini adalah upaya militer mempertahankan cengkeraman terhadap negara dan dikhawatirkan akan mempertajam kemungkingan konfrontasi dengan Ikhwanul Muslimin.

Setelah membekukan parlemen dan memberlakukan hukum militer, para jenderal kini menjadi pembuat undang-undang dan berkuasa atas anggaran negara.

Selain itu, militer Mesir nampaknya bertekad untuk membuat konstitusi baru yang akan menentukan masa depan negeri itu.

Jika hal ini terjadi maka Mesir akan terjebak dalam kekacauan politik berkepanjangan, apalagi jika kandidat presiden Ikhwanul Muslimin Mohammed Mursi memenangkan pemilihan presiden.

Dan, Ikhwanul sudah jauh-jauh hari menyatakan akan melakukan protes jika Ahmed Shafiq, perdana menteri terakhir Hosni Mubarak, dinyatakan sebagai pemenang.

"Jika Shafiq jadi pemenang, maka pasti ada kecurangan," kata juru bicara Ikhwanul Muslimin Murad Mohammed Ali.

"Kami akan turun ke jalan, meski kami tak suka kekerasan," tambah Mohammed Ali.

Komisi pemilu Mesir mengatakan hasil akhir penghitungan suara baru akan diumumkan pada 21 Juni mendatang. Tetapi, hasil tidak resmi bisa diketahui pada Senin (18/6) pagi waktu setempat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.