BBC navigation

Jepang akan aktifkan lagi dua reaktor nuklir

Terbaru  16 Juni 2012 - 12:55 WIB

Reaktor nuklir di Ohi akan diaktifkan lagi setelah mendapat persetujuan dari Gubernur Fukui.

Jepang mengumumkan akan mengaktifkan kembali dua reaktor nuklir, yang pertama sejak penutupan akibat gempa Fukushima.

Reaktor di PLTN Ohi di prefektur Ohi akan dinyalakan lagi dalam tiga pekan mendatang, demikian isi penjelasan resmi.

Perdana Menteri Yoshihiko Noda juga telah mengungkapkan dukungan untuk mengaktifkan kembali reaktor nuklir, dengan mengatakan Jepang menghadapi kekurangan listik pada musim panas.

50 reaktor nuklir Jepang ditutup untuk pemeriksaan rutin setelah melelehnya reaktor di PLTN Fukushima, yang dipicu oleh gempa besar dan gelombang tsunami.

Tenaga nuklir digunakan untuk memenuhi sepertiga kebutuhan listrik Jepang.

Pemerintah telah meminta rumah tangga dan pebisnis menghemat penggunaan listrik sebesar 15% untuk menghindari kemungkinan pemadaman total.

'Menstabilkan mata pencaharian'

Perdana Menteri Noda mengeluarkan pengumuman pengaktifan kembali setelah bertemu dengan gubernur prefektur Fukui, Kazumasa Nishikawa, yang memberikan persetujuan atas keputusan ini.

Perdana menteri kemudian menggelar pertemuan dengan menteri ekonomi, menteri yang bertanggung jawab dengan kecelakan nuklir dan kepala sekretaris kabinet, sebelum membuat pengumuman resmi.

"Sekarangan kami telah mendapatkan persetujuan dari badan berwenang dimana reaktor itu berada, empat menteri terkait membuat keputusan untuk menyalakan lagi reaktor,'' kata Noda, seperti yang dilaporkan kantor berita AFP mengutip media lokal.

Sementara Gubernur Nishikawa kepada wartawan mengatakan kesepakatan dicapai untuk ''menstabilkan mata pencaharian dan industri.''

Dia mengatakan telah memberikan persetujuan karena dia ''menerima jaminan upaya keselamatan dari pemerintah''.

Meski demikian tentangan atas pengaktifan kembali reaktor juga mengemuka.

Wartawan BBC di Osaka melaporkan PM Noda masih harus menghadapi tekanan oposisi di parlemen dan publik.

Berdasarkan jajak pendapat terbaru dari kantor berita Jiji, 46% publik masih menentang kebijakan untuk menyalakan kembali reaktor di Fukui.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.