Mesir gelar pemilu presiden putaran kedua

Terbaru  16 Juni 2012 - 10:28 WIB

Pemungutan suara akan berlangsung dua hari mulai Sabtu (16/06) dan pemenang akan diumumkan 21 Juni.

Mesir bersiap untuk menggelar pemilihan presiden langsung untuk pertama kalinya, Sabtu (16/06).

Mohammed Mursi, dari Ikhwanul Muslimin ketua Partai Keadilan dan Kebebasan akan berhadapan dengan Ahmed Shafiq, mantan perdana menteri era Hosni Mubarak.

Pemilihan presiden ini akan berlangsung selama dua hari, dan Dewan Tinggi Militer, SCAF, berjanji akan mengalihkan kekuasaan ke pemenang pemilu paling cepat pada tanggal 1 Juli nanti.

Tetapi penyelenggaraan pemilu presiden ini dicoreng oleh keputusan Mahkamah Agung Mesir yang membubarkan parlemen.

Kamis (14/06) lalu, majelis hakim - yang dibentuk dan ditunjuk saat Mubarak berkuasa - memutuskan pemilihan umum demokratis pertama di Mesir tidak konstitusional.

Dalam pemilu tahun lalu tersebut Partai Keadilan dan Kebebasan menjadi pemenang dengan meraih 100 dari 235 kursi parlemen.

Jika parlemen dibubarkan dan kekuasaan dipegang Dewan Tinggi Militer, maka siapa pun yang menang putaran kedua presiden akhir pekan ini bisa berkuasa tanpa pengawasan parlemen, dan tanpa sebuah konstitusi permanen untuk mendefinisikan kekuasaan atau tugasnya.

'Kudeta'

"Isolasi wakil dari rezim sebelumnya melalui kotak suara."

Ikhwanul Muslimin

Islamis, liberal dan para cendekiawan menyatakan keputusan MA tersebut sebagai sebuah ''kudeta'', dengan kekhawatiran para jenderal yang berkuasa di SCAF akan kembali memegang kekuasaan legislatif.

Sebelumnya MA juga mengeluarkan keputusan untuk membolehkan Ahmed Shafiq ikut dalam pemilihan presiden meski parlemen mengeluarkan undang-undang yang melarang mantan pejabat era Mubarak tersebut ikut dalam pencalonan.

''Serangkaian kebijakan ini menunjukkan bahwa Dewan Tinggi Militer, kepala kontra-revolusi, bersikeras untuk membawa kembali rezim lama, dan pemilihan presiden hanyalah sebuah pertunjukan belaka,'' demikian isi pernyataan enam partai dan gerakan yang juga mendesak Mursi memboikot pemilu putaran kedua.

Bagaimanapun, Ikhwanul Muslimin berjanji untuk memenangkan pemilihan presiden meski ada tanda-tanda perlawanan dari sistem peradilan, yang mengawasi pemilihan.

"Isolasi wakil dari rezim sebelumnya melalui kotak suara,'' demikian isi pernyataan yang ditujukan untuk Shafiq, yang juga pernah menjabat sebagai kepala angkatan udara dan menteri penerbangan di era Mubarak.

Ikhwanul memperingatkan bahwa kemajuan yang dibuat sejak menggulingkan Mubarak kini terancam bahaya.

Mursi Sementara itu berusaha meyakinkan militer dan para pendukungnya dalam pemilihan, bahwa dia akan bekerja sama dengan para jenderal.

"Sebagai presiden, mereka akan ada di hati saya dan akan mendapat perhatian saya... mereka tidak akan pernah melakukan apapun untuk mengancam negara,'' katanya.

Mursi memperingatkan akan ada ''revolusi besar melawan para kriminal'' jika ada bukti kecurangan pemilu.

Sedangkan lawannya Shafiq membela keputusan MA dengan menyebut keputusan tersebut sebagai ''bersejarah'' dan ''era pengendapan skor politik'' telah berakhir.

Shafiq berjanji untuk ''mengakhiri kekacauan dan mengembalikan stabilitas''.

Dalam pemilihan putaran pertama, Mursi meraih 24,8% suara sedangkan Shafiq 23,7%.

Tempat pemungutan suara akan mulai di buka Sabtu (16/06) dan Minggu (17/06) pukul 08:00 waktu setempat.

Hasil akhir dari Komisi Pemilihan Presiden Tertinggi, HPEC, akan diketahui pada tanggal 21 Juni mendatang, meski kemungkinan bisa diumumkan lebih cepat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.