BBC navigation

PBB serukan Bangladesh terima pengungsi Rohingya

Terbaru  15 Juni 2012 - 20:37 WIB
Penduduk Muslim di Sittwe

Bentrokan sektarian menyebabkan sekitar 30.000 orang melarikan diri.

Badan pengungsi PBB (UNHCR) menyerukan Bangladesh agar menerima pengungsi Muslim Rohingya yang melarikan diri karena kekerasan sektarian di Burma.

Badan PBB ini mengatakan mereka memiliki laporan yang dapat dipercaya bahwa pengungsi yang melarikan diri ditolak oleh aparat keamanan Bangladesh.

"Kami mendapatkan laporan bahwa aparat keamanan Bangladesh menolak pengungsi yang tiba dengan naik kapal," kata juru bicara UNHCR Andrej Mahecic.

"Ada sejumlah kapal yang terdampar di muara sungai Naf," tambahnya.

Mahecic mengatakan kapal-kapal yang mengangkut wanita, anak-anak, dan korban luka terkatung-katung tanpa makanan, air minum dan obat-obatan.

Bentrokan sektarian antara kelompok Buddha Rakhine dan Muslim Rohingya di barat Burma menyebabkan ribuan orang melarikan diri, menurut data pemerintah.

Badan pengungsi ini mengakui bahwa saat ini terdapat sekitar 30.000 pengungsi Burma yang tinggal di kam-kam di Bangladesh.

Suasana masih tegang

"Kejadian terakhir ini merupakan tantangan baru dan UNHCR berharap Bangladesh akan menanggapi sejalan dengan sejarah solidaritas Bangladesh."

Andrej Mahecic

"Langkah yang penting dilakukan adalah agar mereka diizinkan masuk untuk berlindung," kata Mahecic.

"Kejadian terakhir ini merupakan tantangan baru dan UNHCR berharap Bangladesh akan menanggapi sejalan dengan sejarah solidaritas Bangladesh," tambahnya.

Kerusuhan sektarian di Burma ini menyebabkan puluhan orang meninggal dan banyak yang kehilangan tempat tinggal karena rumah mereka terbakar.

Para pejabat UNHCR mengunjungi daerah konflik ini Rabu dan Kamis untuk mengkaji suasana di lapangan.

Mereka juga menyaksikan desa-desa dengan banyak rumah yang terbakar, kata Mahecic.

"Suasana masih tegang. Kami berharap hukum dan ketertiban segera pulih dan kami dapat mengerahkan staf kami yang sebelumnya kami tarik sebagai tindakan berjaga-jaga," tambahnya.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.