BBC navigation

Utusan PBB tiba di daerah bergolak Burma

Terbaru  13 Juni 2012 - 16:29 WIB
Vijay Nambiar

Vijay Nambiar adalah penasehat khusus Sekjen PBB, Ban Ki Moon.

Utusan PBB Vijay Nambiar tiba di Burma bagian barat, daerah yang mengalami kekerasan antara warga Buddha dan warga Muslim belakangan ini.

Kedatangan Vijay Nambiar pada hari Rabu (13/06) menunjukkan bahwa masyarakat internasional semakin mengkhawatirkan situasi di belahan barat Burma.

Vijay Nambiar adalah penasehat khusus Sekretaris Jenderal PBB, Ban Ki Moon.

Vijay Nambiar terbang ke ibukota negara bagian Rakhine, Burma barat dan ditemani oleh Menteri Perbatasan Burma Thein Htay.

Mereka mengunjungi kota Maungdaw yang tertelak di perbatasan dengan Bangladesh, tempat pecahnya kekesaran Jumat pekan lalu.

"Kami berada di sini untuk memantau dan menilai bagaimana kami bisa terus memberikan dukungan di Rakhine," kata Ashok Nigam, koordinator kemanusiaan yang juga turut dalam rombongan seperti dikutip kantor berita AFP.

Api padam

Sejauh ini sedikitnya 1.500 orang telah melintas ke wilayah Bangladesh sejak terjadi kekerasan sektarian di negara bagian Rakhine, Burma.

Salah seorang warga, Petan Ali, adalah salah satu di antara mereka yang melarikan diri ke Bangladesh.

"Di desa kami warga etnik Rakhain membakar rumah-rumah kami. Seluruh desa. Terdapat 230 rumah di desa kami dan 130 rumah di desa tetangga," tuturnya.

Seorang pedagang dari Burma Mohammad Hossain menyatakan ingin tinggal di Bangladesh.

Aparat keamanan Burma

Aparat keamanan Burma berusaha mengendalikan kerusuhan yang menelan sejumlah korban jiwa.

"Beberapa hari lalu kami pergi ke Bangladesh untuk berdagang. Setelah tiba di Bangladesh kami tahu telah terjadi kekerasan di negara kami dan semua rumah kami habis dibakar jadi saya tinggal di sini. Saya takut kembali ke Burma," kata Hossain.

Menyusul pembunuhan terhadap pemeluk Islam, dia mengaku memutuskan untuk melarikan ke Bangladesh dengan harapan negara Muslim tersebut akan memberikan perlindungan.

Sedikitnya delapan orang tewas dalam konflik antara warga etnik Rakhine yang beragama Buddha dan orang Rohingya yang beragama Islam.

Orang Rohingnya di Burma dianggap tidak mempunyai kewarganegaraan karena pemerintah mengatakan mereka adalah pendatang gelap dari Bangladesh.

Rumah-rumah yang dilalap api baru padam ketika hujan lebat mengguyur daerah pesisir Burma barat. Sebagian warga mengaku masih ketakutan untuk tidur di malam hari.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.