BBC navigation

Taiwan khawatir data kapal perangnya bocor ke Cina

Terbaru  11 Juni 2012 - 14:12 WIB

Kapal perang Kuang Hua No.6 milik Taiwan memiliki kemampuan 'hilang' dari radar.

Militer Taiwan menyelidiki bagaimana sebuah komputer rahasia di kapal perang ''siluman'' miliknya hilang.

Taiwan mengungkapkan kekhawatiran bahwa komputer jinjing atau laptop yang berada di kapal perang pengangkut rudal ''Kuang Hua No.6'' tersebut mungkin jatuh ke tangan Cina.

Laptop diketahui hilang saat kapal berlabuh di Tsoying, pangkalan angkatan laut terbesar Taiwan, bulan lalu.

Setelah penyelidikan pendahuluan, angkatan laut Taiwan masih belum mengetahui bagaimana komputer tersebut bisa hilang.

"Kami mengakui bahwa angkatan laut menunjukkan adanya beberapa kecacatan dalam pengawasan anggota di pangkalan,'' kata seorang juru bicara angkatan laut Taiwan kepada AFP.

Saat ini oditur militer telah mengambil alih penyelidikan tersebut.

Data sensitif

Laptop yang hilang tersebut dimiliki oleh kontraktor swasta, tetapi telah dipasang di kapal selama enam bulan saat kru kapal melakukan serangkaian tes perlengkapan dan prosedur komunikasi rahasia.

"Jika Cina benar mendapatkan laptop tersebut, mereka akan mendapatkan kode komunikasi sensitif termasuk data rudal,'' kata Erich Shih, analis Defence International di Taipei.

Kuang Hua No.6 skuadron 10 mulai dioperasikan angkatan laut Taiwan pada tahun 2010.

Kapal perang ini dipandang sebagai perkembangan armada laut yang pesat dalam 20 tahun terakhir di Taiwan.

Kapal pengangkut rudal ini dilengkapi dengan ''teknologi siluman'', membuat mereka bisa menghindari deteksi radar dan dilengkapi dengan empat rudal Hsiufeng II yang bisa diluncurkan dengan jarak tempuh 150 kilometer.

Taiwan dan Cina merupakan pemerintahan terpisah sejak akhir perang sipil tahun 1949, tetapi Beijing tetap memandang Taiwan sebagai bagian dari wilayahnya yang sedang menunggu reunifikasi.

Ketegangan diantara kedua negara melunak sejak Presiden Ma Ying-jeou berkuasa di Taiwan tahun 2008 dengan mengedepankan perjanjian perdagangan dan pariwisata dengan Cina.

Tetapi Cina tidak memungkiri penggunaan kekuatan militer apabila Taiwan menyatakan kemerdekaan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.