AS tahan ratusan pelaku pornografi anak

Terbaru  9 Juni 2012 - 10:46 WIB
Internet Anak

Anak-anak korban kejahatan pornografi biasanya dijebak melalui internet.

Kepolisian Amerika Serikat dalam sebuah penggrebekan besar-besaran menahan 190 orang tersangka pelaku pembuat film porno anak-anak.

Ke-190 tersangka itu sebagian besar ditangkap di wilayah Amerika Serikat. Namun sebagian juga ditahan di Spanyol, Argentina, Inggris dan Filipina.

Bahkan Swedia, Serbia dan Belanda juga terdapat di dalam daftar negara-negara tempat operasi penggrebekan dilangsungkan.

Di antara para tersangka terdapat seorang pengasuh anak berusia 35 tahun asal Louisiana, AS yang diduga menggunakan seorang anak berusia tujuh tahun dalam sebuah film porno.

Tersangka lain seorang pria berusia 28 tahun asal Michigan, AS kedapatan memiliki lebih dari 1.200 foto dan 109 video porno anak di dalam komputernya.

Delapan orang lain juga ditahan di Los Angeles, termasuk seorang tersangka yang bertemu dengan korban berusia 12 tahun yang dikenalnya dari internet.

Sejauh ini belum diperoleh keterangan resmi soal penahanan yang dilakukan di luar wilayah Amerika Serikat.

Internet

"Semoga operasi ini menjadi peringatan bagi siapapun yang berupaya menggunakan internet untuk mengekspolitasi anak-anak."

John Morton

Penggrebekan bersandi Operasi Orion yang dipersiapkan selama 18 bulan itu juga menyelamatkan 18 orang anak-anak.

Pejabat yang bertanggung jawab atas operasi ini mengatakan kasus pornografi anak biasanya dimulai dari perbincangan dan perkenalan di internet.

"Semoga operasi ini menjadi peringatan bagi siapapun yang berupaya menggunakan internet untuk mengekspolitasi anak-anak," kata Direktur Badan Imigrasi dan Pabean (ICE) Amerika Serikat John Morton.

"Jika itu terjadi maka kami akan mencari Anda, dan kami akan menemukan Anda selanjutnya kami akan tuntut Anda," lanjut Morton.

ICE menyatakan operasinya ini mengincar produsen, pemilik dan distributor pornografi anak baik berupa video atau foto.

Sementara itu Kejaksaan Agung Amerika Serikat mengapresiasi keberhasilan Operasi Orion yang mengungkap begitu banyak kejahatan pornografi anak.

"Operasi ini mengungkap sebuah kelompok kriminal berbahaya yang melakukan penjualan gambar-gambar porno anak-anak di bawah lima tahun," kata Deputi Jaksa Agung AS, Lanny Breuer.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.