Malaysia akan tunda pemilihan umum

Terbaru  7 Juni 2012 - 14:05 WIB
PM Najib Razak

PM Najib Razak berencana mengundurkan jadwal pemilu hingga Oktober mendatang.

Perdana Menteri Malaysia Najib Razak nampaknya akan menunda penyelenggaraan pemilu hingga Oktober mendatang demikian Reuters mengutip seorang pejabat pemerintah Malaysia.

Dengan penundaan ini, diharapkan pemerintahan Razak mampu mengambil hati rakyat dengan kembali memberikan bantuan langsung tunai dan sumbangan lainnya.

Seharusnya pemilihan umum Malaysia digelar Juni ini. Namun PM Razak khawatir Barisan Nasional tak mampu memenangkan dua pertiga kursi parlemen akibat melambatnya pertumbuhan ekonomi akibat krisis utang Eropa.

Awal tahun ini, pemerintah Malaysia mengalokasikan anggaran sebesar US$821 juta atau sekitar Rp7,7 triliun untuk rumah tangga miskin.

Kebijakan ini langsung menuai kritik oposisi yang menganggap pemerintah tengah membeli suara pemilih menjelang pemilihan umum yang diprediksi akan menjadi yang terketat sejak kemerdekaan Malaysia pada 1957.

Idul fitri

Menurut rencana bantuan langsung tunai ini akan dibagikan untuk lima juta rumah tangga miskin menjelang hari raya Idul Fitri pada Agustus mendatang.

"Sekarang kemungkinan pemilu digelar Oktober semakin besar. Ini adalah jadwal berikut setelah Juli," kata seorang pejabat senior yang tak ingin disebutkan namanya.

"Pemilu kali ini sangat berisiko dan perdana menteri tak ingin berisiko. Dia harus membuktikan bahwa pemerintah selalu ada untuk rakyat. Sehingga dia harus menyeimbangkan program reformasi dan bantuan sosial ekonomi," tambah pejabat itu.

Sementara itu seorang petinggi Organisasi Nasional Melayu Bersatu (UMNO) yang mendominasi koalisi pemerintah Barisan Nasional memastikan bahwa pemilu akan digelar paling lambat Oktober mendatang.

"Setelah September adalah yang kami ketahui tentang jadwal pemilu," katanya.

Anwar optimis

Anwar Ibrahim

Anwar Ibrahim yakin koalisi bentukannya bisa memenangkan pemilu Malaysia.

Sementara itu pemimpin oposisi Malaysia Anwar Ibrahim sangat yakin koalisi tiga partai politik bentukannya akan dengan mudah memenangkan pemilu.

Alasannya, rakyat saat ini kecewa dengan buruknya cara pemerintah menangani korupsi dan praktik diskriminasi rasial.

Kepada sejumlah media asing, Anwar mengatakan koalisinya akan memenangkan pemilu sedikitnya dengan selisih 10 kursi.

"Saya sangat yakin, Insya Allah, kami bisa mengamankan suara mayoritas," ujar Anwar seperti dikutip Associated Press.

Dia sangat yakin sebagian besar warga etnis minoritas Cina dan India yang mencakup sepertiga dari 28 juta penduduk Malaysia akan mendukung oposisi.

Sebagian besar warga etnis minoritas merasa kebijakan pemerintah Malaysia meminggirkan kelompok minoritas. Etnis Melayu sangat diuntungkan dalam berbagai hal misalnya mendapatkan pekerjaan, masalah keuangan, pendidikan dan perumahan.

Dukungan untuk koalisi pemerintah terutama datang dari warga etnis Melayu yang menjadi mayoritas penduduk Malaysia.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.