Suu Kyi adakan lawatan pertama ke luar negeri

Terbaru  29 Mei 2012 - 16:28 WIB
Aung San Suu Kyi

Aung San Suu Kyi belum pernah ke luar negeri selama 24 tahun terakhir.

Pemimpin oposisi Burma Aung San Suu Kyi hari Selasa ini (29/05) dijadwalkan meninggalkan negaranya untuk melakukan lawatan pertama ke luar negeri selama hampir seperempat abad terakhir.

Aung San Suu Kyi akan menggunakan paspor barunya untuk berkunjung ke Thailand guna menghadiri Forum Ekonomi Dunia.

Anggota baru parlemen itu akan menyampaikan pidato dalam Forum Ekonomi Dunia hari Jumat (1/6). Rencananya dia akan mendarat di Bangkok malam ini dan akan menghabiskan beberapa hari di Thailand.

Aung San Suu Kyi, 66, akan kembali ke Burma sebelum melakukan lawatan ke Eropa pada pertengan Juni, antara lain ke Jenewa dan Oslo.

Di ibukota Norwegia itu, Suu Kyi secara resmi akan menerima Hadiah Nobel Perdamaian yang dianugerahkan kepadanya 21 tahun lalu.

Pertemuan dengan PM India

Suu Kyi dan Manmohan Singh

Suu Kyi mengatakan India berperan dalam mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Burma.

Menurut rencana, Aung San Suu Kyi akan singgah di London dan diberikan kehormatan untuk menyampaikan pidato di Majelis Rendah dan Majelis Tinggi Parlemen Inggris.

Selama lebih dari dua dekade Suu Kyi menolak meninggalkan Burma karena khawatir pemerintahan militer pada saat itu tidak akan mengizinkannya kembali ke negaranya.

Bahkan menjelang kematian suaminya di Inggris karena kanker, Suu Kyi tetap tinggal di Rangoon.

Kunjungan pemimpin oposisi yang telah lama mendekam di penjara dan menjalani tahanan rumah itu menunjukkan kepercayaan terhadap reformasi yang ditempuh pemerintah sipil dukungan militer.

Sebelum bertolak ke Bangkok, Suu Kyi menerima kunjungan Perdana Menteri Manmohan Singh yang saat ini mengadakan kunjungan ke Burma.

Pertemuan antara Manmohan Singh dan Aung San Suu Kyi berlangsung selama satu jam. Singh berharap Suu Kyi akan memainkan peran menentukan dalam proses rekonsiliasi nasional.

Adapun Suu Kyi mengatakan India mempunyai peran penting untuk mewujudkan perdamaian dan stabilitas di Burma serta kawasan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.