BBC navigation

Kebakaran mal di Qatar tewaskan belasan

Terbaru  29 Mei 2012 - 08:30 WIB

Kebakaran mal di Doha menewaskan 19 orang, 13 diantaranya anak-anak

Kebakaran di sebuah pusat perbelanjaan di ibukota Qatar, Doha, menewaskan sedikitnya 19 orang.

Kementerian dalam negeri Qatar mengatakan 13 orang korban meninggal dunia di mall bernama Villaggio itu adalah anak-anak yang berkewarganegaraan Spanyol, Selandia Baru dan Prancis.

Penyebab kebakaran, yang sementara diduga berasal dari sebuah taman bermain, masih diselidiki.

Villaggio yang mulai beroperasi pada 2006 adalah pusat perbelanjaan populer di negara teluk tersebut.

Mal itu memiliki sebuah bioskop, hotel dan taman rekreasi bertema Venesia.

'Terperangkap'

Kebakaran mulai terjadi pukul 11.00 waktu setempat (15.00 WIB) Senin, kata Menteri Dalam Negeri Qatar Abdullah bin Nasser al-Thani.

Api diduga berasal dari taman bermain Gympanzee, dan petugas pemadam kebakaran menjebol atap untuk menyelamatkan anak-anak yang terperangkap di dalamnya ketika tangga ambruk.

Namun petugas terlambat menolong tujuh anak perempuan dan enam anak lelaki yang meninggal dunia bersama empat guru mereka.

Empat orang anak yang meninggal dunia berkebangsaan Spanyol, kata seorang pejabat kementerian luar negeri di Madrid, tanpa memberikan detil lebih lanjut.

Di Paris, menteri yang bertugas mengurus warga negara Prancis di luar negeri, Yamina Benguigui, mengatakan seorang anak Prancis berusia tiga tahun tewas dalam kebakaran itu.

Perdana Menteri Selandia Baru John Key mengkonfirmasi bahwa tiga anak yang meninggal dunia adalah warga Selandia Baru. Harian New Zealand Herald melaporkan mereka adalah kembar tiga.

Dua petugas pertahanan sipil yang bertugas sebagai pemadam kebakaran turut menjadi korban tewas kata kementerian dalam negeri Qatar.

Semua korban mengalami sesak nafas.

Seorang korban yang berhasil menyelamatkan diri, Hazel Amanda, guru internasional dari Edinburgh di Skotlandia mengatakan pada BBC, "Saya berada di Pizza Express di mal itu... dengan 17 anak berusia tiga sampai empat tahun. Kami sedang membuat piza sebagai bagian dari program perjalanan sekolah.

"Pertama kali kami mengetahui adanya kebakaran adalah saat kami melihat asap, ada alarm kebakaran berbunyi tapi alarmnya hampir tidak terdengar. Kami beruntung berada di dekat pintu keluar.

"Laporan bahwa petugas penolong tiba satu menit sesudah kebakaran dilaporkan tidak masuk akal, mereka tiba sesudah kami semua sudah berada di luar dan kebakaran hampir usai," kata Amanda.

Sejumlah laporan mengatakan evakuasi berjalan kacau dan ada pula kritik terhadap cara penanganan petugas.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.