Kantor capres Mesir diserang massa

Terbaru  29 Mei 2012 - 11:58 WIB

TV Mesir menayangkan pembakaran di kantor kampanye Ahmed Shafiq.

Sejumlah TV Mesir menayangkan cuplikan gambar kebakaran yang terjadi di kantor kandidat presiden Mesir Ahmed Shafiq setelah diserang massa.

Tidak ada yang terluka dalam serangan ke gedung yang berada di distrik Dokki, ibukota Kairo tersebut, dan api juga bisa dipadamkan tanpa ada kerusakan serius.

Serangan ini terjadi ditengah-tengah aksi protes atas hasil pemilu yang menyatakan Shafiq akan ikut bersaing dalam putaran kedua bulan depan.

Tidak ada yang tahu siapa yang melakukan serangan, tetapi polisi menyatakan telah menangkap delapan orang tersangka pelaku penyerangan.

Para penyerang juga mengambil sejumlah poster kampanye dan diduga juga mengambil beberapa komputer yang terdapat di dalam kantor, demikian laporan wartawan BBC Jon Leyne dari lokasi penyerangan.

Pendemo anti-Shafiq membubarkan diri setelah sejumlah pendukung Shafiq yang marah akibat serangan tiba di lokasi.

'Kesempatan terakhir'

Lapangan Tahrir kembali dipenuhi massa pendemo.

Kerumunan massa juga mengarah ke Lapangan Tahrir, tempat dimana aksi protes penggulingan Presiden Hosni Mubarak berlangsung.

Ratusan atau bahkan ribuan orang berkumpul di bundaran yang berada di pusat lapangan, memprotes hasil pemilu.

Kumpulan massa dilaporkan semakin meningkat dan mengarah ke lapangan meski telah larut malam.

Aksi protes juga berlangsung di kota terbesar kedua Mesir, Alexandria, dimana kandidat sayap kiri Hamdeen Sabahi memimpin perolehan suara dalam pemilihan umum putaran pertama pekan lalu.

Senin (28/05) kemarin, Komisi Pemilihan Umum Mesir menyatakan bahwa kandidat dari Ikhwanul Muslimin Mohammed Morsi dan Shafiq yang lolos ke putaran ke dua.

Morsi meraih 24,3% suara di putaran pertama, sedangkan Shafiq meraih 23,3%.

Bagaimanapun, ada kemarahan yang nyata atas hasil pemilu putaran pertama tersebut diantara banyak aktivis, kebanyakan mengatakan bahwa mereka akan bertahan di Lapangan Tahrir dan hal itu menjadi ''kesempatan terakhir'' untuk menyelamatkan revolusi Mesir.

Shafiq merupakan perdana menteri saat Mubarak masih memerintah dan dipandang oleh banyak pihak sebagai perwakilan dari rezim yang lama.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.