BBC navigation

Kekerasan di Suriah berlanjut, 50 orang tewas

Terbaru  26 Mei 2012 - 10:27 WIB

Unjuk rasa kelompok oposisi Suriah digelar di berbagai wilayah, Jumat (25/05).

Sedikitnya 50 orang, termasuk 13 anak-anak, tewas terbunuh di wilayah paling bergolak di Suriah, Homs, yang diklaim kelompok oposisi sebagai "pembantaian".

Korban luka-luka lainnya, masih menurut kelompok oposisi, juga terjadi di wilayah Houla, saat pasukan pemerintah Suriah menyerang kawasan itu.

Tayangan Video, yang belum bisa diverifikasi, menggambarkan belasan anak-anak tewas di antara puluhan korban tewas lainnya setelah pasukan Suriah membombardir kota Houla.

Para aktivis anti pemerintah Suriah mengatakan, di antara para korban yang tewas, terdapat sejumlah keluarga yang seluruhnya ditembak setelah sebelumnya ditangkap aparat Suriah.

Sejumlah laporan menyebutkan, kekerasan juga terjadi di sejumlah kota, termasuk di Damaskus dan Aleppo

Apabila angka korban yang diklaim kelompok oposisi ini benar, ini adalah salah-satu serangan paling berdarah sejak gencatan senjata dimulai April lalu.

Sementara itu, Sekjen PBB Ban Ki-moon mengatakan, kelompok oposisi Suriah telah menguasai "sejumlah wilayah strategis di beberapa kota di Suriah".

Dalam suratnya kepada Dewan Keamanan PBB, Ban mengatakan Suriah sekarang tetap dalam situasi "sangat serius" dan mendesak sejumlah negara terkait untuk tidak mempersenjatai kedua pihak yang berselisih.

Berlumuran darah

Di kota Houla, pasukan Suriah menyerang kawasan yang dihuni kelompok oposisi, dengan menggunakan tank, mortir dan senapan mesin, demikian menurut kelompok pemerhati masalah HAM di Suriah yang bermarkas di London, Inggris.

Sudut Kota Homs yang berantakan akibat serangan bersenjata yanf dilancarkan pasukan Suriah.

Wartawan BBC Jim Muir yang melaporkan dari Beirut, Lebanon, mengatakan video yang diunggah ke internet memperlihatkan beberapa tubuh orang dewasa dan anak-anak tergeletak di lantai dalam kondisi berlumur darah.

Seorang lelaki, dalam video itu, dengan emosional berteriak seraya menyebut korban tewas terlalu banyak sehingga sulit dihitung

Kelompok oposisi mengatakan, sebagian korban tewas adalah beberapa keluarga yang ditembak pasukan Suriah di pinggiran kota.

Korban tewas lainnya disebut akibat serangan senajat berat, sementara lainnya ditembak setelah ditangkap, demikian laporan wartawan BBC.

Laporan-laporan korban tewas ini sulit diverivikasi, karena sejauh ini media internasional tidak dapat meliput secara bebas di Suriah.

Sementara itu, Utusan PBB-Liga Arab Kofi Annan berencana mengunjungi ibu kota Suriah, Damaskus.

Juru bicara Kofi Annan menolak memberikan kepastian tentang kunjungan itu, namun para diplomat di Jenewa mengatakan kepada AFP bahwa mantan Sekjen PBB itu akan melakukan perjalanan ke Damaskus pada awal minggu depan.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.