Uni Eropa tak ingin Yunani keluar dari zona euro

Terbaru  24 Mei 2012 - 09:25 WIB
Van Rompuy

Presiden Dewan Eropa Van Rompuy waspadai kondisi yang terjadi di Yunani.

Para pemimpin Uni Eropa masih menginginkan Yunani tetap berada di zona euro tetapi akan "menghormati komitmen mereka", seperti disampaikan Presiden Dewan Eropa Herman Van Rompuy.

Van Rompuy, dalam pertemuan informal Uni Eropa, mengatakan keberlanjutan reformasi yang sangat penting bagi Yunani untuk mengatasi masalah ekonomi.

Krisis zona euro telah mendominasi pertemuan tersebut, ditengah kekhawatiran Yunani akan keluar dari kelompok negara yang menggunakan mata uang tunggal.

Zona euro mengatakan telah mempersiapkan sebuah skenario.

"Kami ingin Yunani masih berada di wilayah euro sementara kami menghormati komitmennya," kata Van Rompuy dalam keterangan pers di Brussels.

"Kami waspada penuh terhadap dorongan penting yang telah dibuat oleh warga Yunani.

"Zona euro telah menunjukan solidaritas - bersama Dana Moneter Internasional IMF- dengan mengeluarkan bantuan bagi Yunani sekitar 150 milliar sejak 2010."

Dia mengatakan bahwa Uni Eropa akan mengambil langkah untuk mengembalikan pertumbuhan ekonomi dan penciptaan lapangan kerja di Yunani.

Tetapi Van Rompuy mengatakan "kelanjutan reformasi vital" merupakan "garansi terbaik bagi masa depan wilayah euro".

Merujuk kepada pemilu di Yunani pada Juni mendatang, dia mengatakan: "Kami berharap bahwa setelah pemilu, pemerintah baru Yunani akan menentukan pilihan".

Pertumbuhan ekonomi

Rabu lalu, pasar saham Eropa turun 2% ditengah kekhawatiran keluarnya Yunani dari zona euro.

Van Rompuy mengatakan pembicaraan berjalan "terpusat dan jujur".

Dia mengatakan kesepakatan yang dibutuhkan untuk pertumbuhan ekonomi, seperti kebijakan untuk stabilitas finansial, yang dia gambarkan sebagai "dua sisi mata uang".

Pemimpin Uni Eropa mulai pertemuan bersamaan dengan Jerman menolak peluncuran surat obligasi euro sebagai langkah untuk mengatasi krisis euro.

Kanselir Jerman Angela Merkel mengatakan penerbitan surat obligasi akan melanggar traktat Uni Eropa dan tidak berkontribusi terhadap pertumbuhan.

Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan dia ingin membahas tentang surat obligasi euro, dan Perdana Menteri Irlandia Enda Kenny agenda itu akan dibahas.

Sebelumnya, Merkel mengatakan pembicaraan tidak akan mengambil keputusan tetapi akan mempengaruhi pertemuan formal diakhir Juni nanti.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.