Warga Burma protes pemadaman listrik

Terbaru  23 Mei 2012 - 22:22 WIB

Warga Burma kembali turun ke jalan-jalan di kota terbesar, Rangoon, hari Rabu malam (23/05) guna memprotes pemadaman listrik secara terus-menerus.

Mereka menuntut pemerintah menyediakan akses listrik secara terus-menerus sehingga pasok ke warga tidak terganggu.

Jumlah peserta unjuk rasa di Rangoon mencapai ratusan orang, diperkirakan dua kali lipat dibanding jumlah peserta malam sebelumnya.

Aksi mereka mengundang perhatian warga sekitar dan semakin banyak warga yang datang untuk menonton.

Sebagian penduduk Burma hanya bisa menikmati listrik selama beberapa jam per hari.

Salah seorang penyelenggara protes mengatakan kepada BBC bahwa ratusan orang berkumpul di dekat Pagoda Sule dengan membawa lilin.

Ketidakpuasan

"Kami berencana menggelar demonstrasi serupa di semua kota malam ini."

Aung Thu Nyein

Pagoda Sule merupakan tempat yang dijadikan sebagai pusat demonstrasi pada tahun 2007 dan 1988 yang kemudian ditumpas oleh militer.

Dia mengatakan pihak berwenang tidak melakukan campur tangan dan hanya meminta peserta demonstrasi untuk berbaris.

Protes juga dilakukan di Mandalay, kota terbesar kedua di bagian utara Burma. Aksi damai diikuti oleh ratusan warga.

Seorang panitia penyelenggara demonstrasi, Ko Htin Kyaw mengatakan unjuk rasa digelar serentak di berbagai kota.

"Kami berencana menggelar demonstrasi serupa di semua kota malam ini," kata aktivis hak asasi manusia, Ko Htin Kyaw seperti dilaporkan kantor berita Reuters.

Menurut seorang pakar ekonomi Burma yang telah pindah ke Thailand, Aung Thu Nyein, pemerintah baru menghadapi tantangan besar.

"Protes-protes ini menunjukkan ketidakpuasan terhadap pelayanan umum dan menunjukkan bahwa pembukaan pintu demokrasi telah membuat kelompok-kelompok berkepentingan lebih aktif dibanding sebelumnya," tutur Aung Thu Nyein.

Sejauh ini unjuk rasa berjalan aman, tidak menimbulkan gejolak dan tidak ada penangkapan.

Burma adalah negara yang kaya akan sumber daya alam tetapi mengekspor sebagian besar energi ke negara-negara tetangga.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.