BBC navigation

Bom bunuh diri di ibukota Yaman tewaskan sedikitnya 20 orang

Terbaru  21 Mei 2012 - 16:41 WIB
Pasukan Yaman berjaga-jaga di ibukota Sanaa, 18 Mei 2012.

Pertarungan antara pasukan Yaman dan kelompok militan marak beberapa waktu belakangan.

Sedikitnya 20 orang tewas dalam sebuah serangan bom bunuh diri di ibukota Yaman, Sanaa, menjelang peringatan Hari Persatuan Nasional.

Sasaran penyerang adalah para tentara yang sedang latihan parade militer untuk peringatan Hari Persatuan Nasional, Selasa 22 Mei.

Pembom mengenakan pakaian seragam militer dan meledakkan dirinya di tengah-tengah tentara yang sedang berpawai di Lapangan Sabin, di dekat istana presiden.

Sumber militer mengatakan menteri pertahanan dan kepala staf gabungan hadir saat latihan namun tidak terluka.

Laporan-laporan yang belum dipastikan menyebutkan jumlah korban jiwa mencapai 50 orang.

Para saksi mata mengatakan potongan jenazah tersebar di Lapangan Sabin dan ambulans membawa sejumlah korban yang masih selama ke rumah sakit.

Kekerasan terbaru

Senin 21 Mei: Bom bunuh diri di Sanaa, sedikitnya 20 tewas

Rabu 16 Mei: Serangan udara di Provinsi Abyan menewaskan 18 militan

Senin 7 Mei: Kelompok militan menyerang dua pos militer di Provinsi Aden, 30 tentara tewas.

Minggu 6 Mei: Serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat menewaskan salah seorang pemimpin senior al-Qaeda, Fahd al-Quso.

Hari Persatuan Nasional diperingati untuk merayakan penyatuan Republik Demokratik Rakyat Yaman -yang dikenal sebagai Yaman Utara- dan Republik Arab Yaman atau Yaman utara pada tahun 1990.

Pertarungan marak

Kelompok militan Ansar al-Sharia di Yaman, yang memiliki kaitan dengan al-Qaida, memanfaatkan krisis politik di negara itu untuk menguasai beberapa kawasan di Yaman selatan.

Unjuk rasa massa yang berlangsung hampir sepanjang tahun lalu akhirnya berhasil menggulingkan Presiden Ali Abdullah Saleh.

Di bawah kepemimpinan presiden terpilih, Abd-Rabbu Mansour Hadi yang mulai berkuasa Februari tahun ini, pemerintah Yaman menempatkan perang melawan al-Qaida sebagai prioritas.

Belakangan ini memang marak pertarungan antara pasukan pemerintah Yaman dengan kelompok militan. Pekan lalu sekitar 18 militan al-Qaeda tewas dalam serangan udara yang dilancarkan militer Yaman.

Namun sebelumnya, al-Qaida menyerang dua pos militer di Provinsi Aden, Yaman selatan, dan menewaskan sedikitnya 30 tentara.

Serangan tersebut merupakan aksi balas dendam al-Qaida atas tewasnya salah seorang pemimpin senior mereka, Fahd al-Quso, sehari sebelum serangan pesawat tak berawak Amerika Serikat.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.