IAEA optimistis capai kesepakatan dengan Iran

Terbaru  21 Mei 2012 - 13:45 WIB

Ini akan menjadi kunjungan pertama Yukiya Amano ke Iran sebagai ketua IAEA.

Kepala badan pengawas nuklir PBB optimistis akan capai kesepakatan dengan Iran terkait program nuklir negara tersebut.

Yukiya Amano, ketua IAEA memulai kunjungan di Teheran Senin (21/05) dan akan bertemu kepala perunding Iran, Saeed Jalili.

Kunjungan Amano ini berlangsung menjelang pertemuan di Baghdad antara enam negara besar dengan Iran, Rabu mendatang.

Enam negara tersebut adalah Inggris, Cina, Prancis, Rusia, AS dan Jerman.

Selama ini Iran membantah klaim negara Barat yang menyebut mereka tengah membangun senjata nuklir.

Teheran juga beberapa kali menolak untuk memberikan IAEA akses ke sejumlah reaktor, pejabat dan dokumen selama lebih dari empat tahun terakhir.

Bagaimanapun Amano menyampaikan keyakinannya saat memulai kunjungan ke Iran.

''Saya sangat berpikir bahwa ini adalah waktu yang tepat untuk mencapai kesepakatan. Belum ada yang jelas tetapi saya tetap positif dan saya ke sana dengan semangat membangun,'' kata Amano di bandara Wina sebelum berangkat ke Teheran.

"Ada perkembangan yang bagus dalam beberapa kali pertemuan antara Iran dan IAEA. Jadi saya rasa ini adalah waktu yang tepat... mengunjungi Iran dan berbicara langsung dengan pejabat tinggi,'' tambahnya.

'Niat baik'

Sejumlah diplomat Barat dikutip Reuters mengatakan Amano hanya akan berkunjung ke Teheran jika dia meyakini sebuah kerangka kesepakatan untuk mendapatkan akses pemeriksaan yang lebih luas semakin dekat.

Dengan berjanji untuk bekerjasama dengan IAEA, Iran mungkin mencoba untuk meningkatkan posisi tawar saat menjelang pertemuan di Baghdad, Rabu nanti.

Bagaimanapun, sejarah mencatat sejumlah negosiasi terdahulu berakhir dengan kegagalan.

Februari lalu Iran menolak permintaan IAEA agar pengawas mereka diijinkan datang ke fasilitas nuklir di Parchin, Teheran selatan.

''Kami menganggap kunjungan ... sebagai isyarat dari niat baik,'' kata Menteri Luar Negeri Iran Ali Akbar Salehi.

Saat ini PBB, AS, Uni Eropa, Kanada, Jepang dan Australia telah menjatuhkan sanksi bagi Iran dan terus berupaya untuk membujuk negara tersebut mau bekerja sama dengan IAEA.

Sejumlah sanksi yang diberikan terhadap Iran adalah larangan impor minyak, embargo senjata dan penjualan teknologi yang bisa digunakan untuk pengayaan uranium.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.