BBC navigation

AS ringankan sanksi atas Burma, tunjuk duta besar

Terbaru  18 Mei 2012 - 08:38 WIB

Investasi AS dapat mendorong pertumbuhan ekonomi Burma

Amerika Serikat meringankan sejumlah sanksi di bidang investasi dan diplomasi dengan Burma sebagai respon atas reformasi politik di negara itu.

Namun Menteri Luar Negeri Hillary Clinton mengatakan payung hukum tentang sanksi di Burma akan tetap dipertahankan untuk mewaspadai kemungkinan situasi "menurun."

Hambatan investasi dilonggarkan dan duta besar AS pertama untuk Burma dalam 22 tahun telah diumumkan.

Langkah itu menyusul pelaksanaan reformasi demokrasi terbatas di Burma.

Pemerintah sipil dipilih pada 2010 dan April tahun ini, para politisi oposisi memasuki parlemen menyusul pemilu sela bersejarah.

Akan tetapi, jajaran pemerintah masih didominasi oleh militer dan kekhawatiran mengenai represi politik serta pelanggaran hak asasi manusia terus berlanjut.

'Mengembangkan peluang'

Pasca pertemuan dengan Menteri Luar Negeri Burma Wunna Maung Lwin, Clinton mengatakan pada wartawan, "Hari ini kami menyerukan kepada para pengusaha Amerika, berinvestasilah di Burma, dan lakukan dengan bertanggung jawab."

"Kami akan menjaga undang-undang relevan sebagai jaring pengaman, namun tujuan dan komitmen kami adalah bergerak secepat mungkin untuk mengembangkan peluang bisnis dan investasi," kata dia.

Clinton mengatakan bahwa Derek Mitchell, koordinator kebijakan Burma di Kementerian Luar Negeri AS, akan dinominasikan sebagai duta besar AS untuk negara itu.

Sedangkan Presiden Barack Obama mengingatkan Kongres AS bahwa pemerintah akan terus "mengawasi, termasuk tahanan politik, konflik berkepanjangan dan pelanggaran hak asasi manusia di daerah-daerah etnis."

Uni Eropa telah menghentikan sebagian besar sanksi mereka atas Burma, satu langkah yang disambut gembira oleh pemimpin pro demokrasi Aung San Suu Kyi. Baik AS dan UE tetap memberlakukan sanksi atas persenjataan.

Suu Kyi baru-baru ini dibebaskan dari tahanan rumah dan memimpin partai Liga Nasional untuk Demokrasi memenangi 43 kursi di pemilu sela bulan lalu.

Meski pun menang di pemilu, politisi oposisi akan tetap menjadi minoritas di parlemen. Seperempat kursi parlemen telah diperuntukkan militer dan mereka mewakili partai berkuasa yang didukung kekuatan militer.

Namun para pengamat mengatakan kehadiran oposisi di parlemen menandai langkah kunci dalam upaya Burma merangkul demokrasi.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.