BBC navigation

Warga Spanyol peringati setahun aksi 'kemarahan'

Terbaru  13 Mei 2012 - 10:54 WIB

Warga Spanyol peringati setahun aksi 'kemarahan' terkait kebijakan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi.

Puluhan ribu pengunjuk rasa di sejumlah kota besar Spanyol berkumpul untuk memperingati setahun gerakan protes 'kemarahan', pada Sabtu (12/05) waktu setempat.

Unjuk rasa ini juga digelar untuk mengkritik langkah-langkah pemerintah Spanyol dalam menangani krisis ekonomi yang menimpa negara itu.

Di ibu kota Madrid, pendemo memadati alun-alun Puerta del Sol dan tetap bertahan di lokasi itu meskipun telah melewati batas waktu yang ditetapkan.

Protes 'kemarahan' ini kali pertama digelar setahun lalu di pusat keramaian itu sebagai protes terhadap kebijakan pemerintah dalam menangani krisis ekonomi yang disebut terbesar dalam sekian dasawarsa.

Masalah pengangguran mencapai rekor tertinggi pada April lalu dan pemerintah baru-baru ini mengumumkan kebijakan penghematan yang dipertanyakan sebagian warga Spanyol.

"Kami gelar unjuk rasa di sini untuk memperingati apa yang telah kami rintis setahun lalu, sekaligus menyegarkan kembali tuntutan kami agar pemerintah mendengarkan sekaligus memperhitungkan tuntutan kami," kata Sofia Ruiz, salah-seorang pemrotes kepada Kantor Berita Reuters.

Sedikitnya ada 2.000 aparat kepolisian yang berjaga-jaga di sekitar lokasi unuuk rasa, namun mereka tidak membubarkan acara tersebut.

Selain di Madrid, sedikitnya 45.000 pemrotes menggelar unjuk rasa di Barcelona, demikian keterangan polisi, yang berbeda dengan klaim pengunjukrasa yang menyebut aksi ini didukung ratusan ribu orang.

Berdampak kecil

Salah satu pengunjuk rasa, Jose Helmandez, sarjana kedokteran, mengatakan kepada BBC bahwa dia kesulitan mendapatkan pekerjaan sesuai keahliannya.

"Tidak sedikit warga Spanyol meninggalkan negeri ini untuk mencari kerja yang lebih baik," katanya.

"Saya sebelumnya tinggal di Perancis, tetapi kembali ke Spanyol hampir dua tahun lalu, dan saya cuma mendapatkan pekerjaan sambilan."

Jose Helmandez, sarjana kedokteran

"Saya sebelumnya tinggal di Perancis tetapi kembali ke Spanyol hampir dua tahun lalu, dan saya cuma mendapatkan pekerjaan sambilan."

Meskipun demikian, unjuk rasa 'kemarahan' ini dikritik karena dianggap tidak berdampak pada perubahan politik seperti diharapkan

Pemerintah Spanyol yang dikuasai kelompok konservatif pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy, yang terpilih pada November lalu, telah menerapkan kebijakan pemotongan anggaran dan kenaikan pajak.

Melalui kebijakan penghematan seperti itu, Rajoy menerapkan pemutusan hubungan kerja besar-besaran yang kemudian menimbulkan kemarahan serikat pekerja Spanyol.

Terhadap kritik yang menyebut gerakan protes 'kemarahan' itu tidak berdampak luas, juru bicara gerakan ini, Noelia Morneo mengatakan kepada kantor berita AFP: "Ini adalah gerakan bersifat jangka panjang. Tidak ada upaya jangka pendeak dalam sehari yang mampu mengubah sistem politik."

Protes di Madrid dan Barcelona juga digelar di kota-kota lain di Spanyol dan di seluruh dunia yang bersimpati terhadap tujuan aksi itu.

Link terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.