BBC navigation

Rakyat Korea Utara kini bisa mengakses media asing

Terbaru  11 Mei 2012 - 15:05 WIB

Pemirsa drama Korea Selatan di Korea Utara meningkat

Sebuah penelitian menemukan bahwa rakyat Korea Utara kini memiliki lebih banyak akses ke media asing, termasuk radio, TV dan DVD.

Pemerintah tidak mampu mempertahankan "monopoli total" atas informasi dan "pemahaman rakyat mengenai dunia kini berubah," kata penelitian itu.

Jumlah orang yang menonton DVD di Korea Utara, khususnya, meningkat tajam.

Sebagian besar DVD tersebut adalah drama Korea Utara dan diselundupkan ke perbatasan antara Korea Utara dan Cina, kata laporan yang dibiayai oleh pemerintah AS itu.

"Ketika anda mendapatkan drama-drama Korea Selatan menarik dan diproduksi dengan baik, gambaran akan sebuah tempat yang sudah mempesona anda seumur hidup, karena propaganda Korea Utara berkisar seputar Korea Selatan, hal itu sangat berdampak besar," kata Nat Kretchun, salah seorang peneliti.

Studi itu dilakukan oleh kelompok konsultasi global InterMedia selama dua tahun terakhir.

Penemuan itu berdasarkan survey atas 250 orang warga Korea Utara, sebagian besar adalah kaum imigran dan segelintir turis serta wawancara ahli.

hampir separuh responden mengatakan mereka sudah pernah menonton DVD asing

'Tidak takut lagi'

Korea Utara selama ini dipandang sebagai negara dengan kebebasan media terendah di dunia.

Meski pun mayoritas rakyat Korea Utara masih belum memiliki akses ke media asing, jumlah warga yang bisa mengaksesnya "tampak bertambah dengan stabil," kata laporan itu.

Rakyat Korea Utara juga "tidak takut lagi berbagi informasi dibandingkan dengan sebelumnya."

Di dekat perbatasan dengan Cina dan Korea Selatan, menyaksikan acara televisi adalah kegiatan populer dan sepertiga responden mengatakan mereka bisa menonton siaran luar negeri.

Siaran radio asing "tetap penting sebagai sumber berita terkini dan sensitif dari luar."

Kaum "elit" yaitu mereka yang memiliki pengaruh atau kekuatan finansial, memiliki akses lebih besar.

Baru-baru ini, alat seperti komputer, penyimpan data eksternal atau USB dan telepon seluler dari Cina "mulai memasuki Korea Utara dalam jumlah besar, terutama dianatra kaum elit."

Namun jaringan pribadi, kawan-kawan berpengaruh dan informasi "dari mulut ke mulut" tetap menjadi sumber informasi terpercaya, kata studi itu.

Meningkatnya akses ke sumber-sumber informasi eksternal dapat menjadikan rakyat Korea Utara memandang pemerintah mereka dengan lebih kritis.

"Ketika tekanan dari bawah ke atas terhadap rezim sepertinya tidak mungkin terjadi dalam waktu dekat, banyak orang di Korea Utara mulai bersikap lebih kritis terhadap pondasi-pondasi kekuasaan dan kebijakan negara," kata laporan itu.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.