BBC navigation

Calon pembom 'pakaian dalam' ternyata seorang agen ganda

Terbaru  9 Mei 2012 - 08:10 WIB

Bom pakaian dalam pernah digunakan pada tahun 2009 dalam penerbangan ke Detroit.

Sejumlah laporan media AS menyebutkan calon pembom bunuh diri dalam rencana serangan 'bom pakaian dalam' yang berhasil digagalkan ternyata adalah seorang agen ganda.

Kutipan pernyataan pejabat AS menyatakan bahwa orang yang dikirim oleh al-Qaeda di Yaman untuk menyerang penerbangan AS ternyata seorang agen yang menyamar.

Intelejen AS mengungkapkan bulan lalu militan al-Qaeda di Semenanjung Arab, AQAP di Yaman berencana menyerang sebuah pesawat dengan bom versi terbaru yang disembunyikan di pakaian dalam, mirip seperti yang digunakan dalam upaya pemboman yang juga gagal pada tahun 2009.

Tetapi calon pembom bunuh diri tersebut ternyata adalah seorang agen intelejen Arab Saudi yang dikirim ke Yaman untuk menyusup sel teroris al-Qaeda.

Menyamar sebagai pembom bunuh diri, agen tersebut kemudian menyerahkan perlengkapan 'bom pakaian dalam' ke CIA dan pejabat Saudi.

Setelah dianalisa FBI, diketahui bahwa bom itu tidak mengandung logam dan didesain untuk lolos dari deteksi keamanan bandara.

Alat tersebut memiliki kemiripan dengan bom yang dijahit di pakaian dalam yang dipakai Umar Farouk Abdulmutallab pada Hari Natal 2009. Dia ditangkap ketika bom gagal meledak saat dalam penerbangan ke Detroit.

"Rencana itu sendiri mengindikasikan bahwa para teroris masih terus mencoba... untuk merancang cara yang lebih jahat dan mengerikan untuk membunuh orang tak bersalah,'' kata Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton saat berkunjung ke India.

Pelatihan militer

"Rencana itu sendiri mengindikasikan bahwa para teroris masih terus mencoba merancang cara yang lebih jahat dan mengerikan."

Hillary Clinton

Peter King Seorang anggota kongres senior AS mengaitkan rencana serangan yang gagal itu sebagai bagian dari operasi pembunuhan pemimpin AQAP Fahd al-Quso dalam serangan pesawat tak berawak di Yaman, hari Minggu lalu.

Peter King, kepada CNN mengatakan bahwa dia mendapatkan informasi dari gedung Putih ''mereka terkait, mereka bagian operasi yang sama''.

Quso sebelumnya dianggap sebagai perencana serangan 'bom pakaian dalam' yang gagal di tahun 2009.

AS menawarkan hadiah US$5 juta atau sekitar Rp45 miliar untuk informasi yang bisa menangkap atau menewaskan Quso.

Sementara itu juru bicara Pentagon Kapten John Kirby kepada wartawan mengatakan AS ''mulai mengirim sejumlah pelatih militer ke Yaman''.

"Kami bekerja sama dengan pemerintahan dan militer Yaman untuk membantu mereka mengatasi ancaman al-Qaeda yang meningkat di Yaman,'' katanya.

Tetapi Kirby tidak menyebutkan berapa jumlah pelatih militer yang terlibat atau tempat lokasi pelatihan.

Program pelatihan militer Washington di Yaman sempat dihentikan tahun 2011 setelah Presiden Ali Abdullah Saleh terluka parah dalam sebuah serangan roket.

Presiden Saleh kemudian menyerahkan kekuasaan ke wakilnya, Abed Rabbo Mansour Hadi bulan Februari silam setelah selama setahun menghadapi tuntutan massa pro demokrasi dan serangan terbuka diantara kelompok bersaing.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.