BBC navigation

Francois Hollande menangi pilpres Prancis

Terbaru  7 Mei 2012 - 07:48 WIB
Francois Hollande

Francois Hollande (melambai) menyapa para pendukungnya usai memenangi pilpres Prancis.

Kandidat kubu sosialis Francois Hollande akhirnya memenangkan pemilihan presiden Prancis setelah mengalahkan rivalnya Nicolas Sarkozy di pemungutan suara putaran kedua, Senin (7/5) dini hari WIB.

Dalam pemungutan suara putaran kedua itu, Hollande meraup suara hampir 52 persen, sementara Sarkozy didukung sekitar 48 persen suara saja.

Hollande, presiden sosialis pertama sejak Francois Mitterand pada 1980-an, langsung memberikan pidato kemenangan di markasnya di Tulle, Prancis Tengah.

Dalam pidatonya, Hollande mengatakan sangat bangga bisa memberikan harapan lagi kepada masyarakat Prancis.

Dia menegaskan akan berupaya sekeras mungkin mewujudkan janjinya untuk fokus terhadap perbaikan fiskal Uni Eropa dari penghematan menuju pertumbuhan.

"Eropa mengawasi kita, penghematan tak bisa lagi menjadi satu-satunya pilihan," kata Hollande.

Usai berpidato di markas besarnya, Hollande langsung menuju Paris untuk menyapa pendukungnya di Place de la Bastille.

Di Paris, Hollande kembali menyatakan kebanggaannya menjadi presiden sosialis pertama sejak terpilihnya Francois Mitterand 31 tahun lalu.

"Saya adalah presiden kaum muda Prancis. Kalianlah yang akan menggerakkan kemajuan ke seluruh Eropa," katanya.

Beberapa pemimpin Eropa langsung menghubungi Hollande untuk mengucapkan selamat antara lain Kanselir Jerman Angela Merkel dan Perdana Menteri Inggris David Cameron.

Merkel bahkan langsung melayangkan undangan kepada Hollande untuk berkunjung ke Jerman sesegera mungkin.

Dukungan Sarkozy

Nicolas Sarkozy

"Francois Hollande adalah Presiden Prancis dan dia harus dihormati."

Nicolas Sarkozy

Kemenangan Hollande terletak pada janji-janjinya soal kebangkitan ekonomi Prancis. Kemunduran ekonomilah yang membuat Nicolas Sarkozy kehilangan popularitasnya.

Hollande menjanjikan untuk meningkatkan pajak bagi perusahaan-perusahaan besar dan warga Prancis yang memiliki pendapatan di atas satu juta euro per tahun.

Dia juga menjanjikan menaikkan upah minimum, mengangkat 60.000 guru dan menurunkan usia pensiun dari 62 menjadi 60 tahun untuk pekerja sektor tertentu.

Sementara itu, Nicolas Sarkozy menerima kekalahannya dan meminta semua warga Prancis mendukung Hollande.

"Francois Hollande adalah Presiden Prancis dan dia harus dihormati," kata Sarkozy seraya berkata dia memikul tanggung jawab atas kekalahannya ini.

Soal masa depannya usai turun dari jabatan presiden, Sarkozy hanya mengatakan di manapun posisinya, dia akan tetap mengabdi untuk negara.

"Posisi saya tak akan sama lagi. Keterlibatan saya untuk negara ini akan berbeda mulai saat ini," ujarnya.

Tetapi, selama kampanye Sarkozy berulang kali mengatakan akan pensiun dari dunia politik jika gagal menjadi presiden untuk masa jabatan kedua.

Kekalahan Sarkozy ini membuatnya menjadi presiden kedua Prancis yang gagal untuk memenangkan pemilu untuk masa jabatan kedua sejak berdirinya Republik Kelima pada 1958.

Orang pertama yang bernasib sama seperti Sarkozy adalah Valery Giscard d'Estaing yang kalah dari Francois Mitterand pada 1981.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.