BBC navigation

Sidang perencana serangan 9/11 kembali digelar

Terbaru  5 Mei 2012 - 13:04 WIB

Khalid Sheikh Mohammed mengklaim sebagai otak perencana serangan 9/11.

Khalid Sheikh Mohammed dan empat orang lain yang dituduh merencanakan serangan 9/11 akan disidangkan dalam pengadilan militer di Teluk Guantanamo.

Persidangan sebelumnya sempat dihentikan tiga tahun lalu saat Presiden Obama mencoba menutup Guantanamo.

Upaya Presiden Obama untuk menggelar persidangan di New York juga kandas akibat tekanan publik dan politik dan sekarang persidangan akan berlangsung di Teluk Guantanamo, sesuai dengan rencana awal.

Kebijakan baru untuk pengadilan Guantanamo kini telah diperkenalkan, termasuk larangan penggunaan bukti yang didapat melalui penyiksaan.

Bagaimanapun, pengacara tetap mengatakan bahwa sistem ini tetap kurang legitimasi, karena pembatasan akses untuk menemui klien mereka.

Sejumlah keluarga korban dilaporkan telah tiba di komplek militer tersebut untuk hadir dalam dakwaan.

'Bangga' atas serangan

Khalid Sheikh Mohammed selama ini dikenal sebagai 'otak' serangan 9/11 dan empat lainnya - Waleed bin Attash, Ramzi Binalshibh, Ali Abd al-Aziz Ali dan Mustafa Ahmad al-Hawsawi - dijadwalkan disidang secara bersamaan.

Mereka dituduh merencanakan dan melakukan serangan teror pada tanggal 11 September 2001, dengan membajak pesawat di New York, Washington dan Shanksville, Pennsylvania yang menewaskan 2.976 orang.

"Saya tidak merasa semuanya akan mengaku bersalah"

Jim Harrington

Dalam sidang Sabtu (05/05/2012), akan dibacakan dakwaan termasuk terorisme, pembajakan, konspirasi, pembunuhan dan perusakan bangunan.

Mereka juga dijadwalkan untuk mengajukan permohonan untuk pertama kalinya.

Jim Harrington, seorang pengacara sipil untuk Ramzi Binalshibh, kepada Associated Press mengatakan bahwa meski kliennya sebelumnya mengatakan dia sangat ''bangga'' atas perannya di serangan, dia ''tidak berniat untuk mengaku bersalah''.

"Saya tidak merasa semuanya akan mengaku bersalah,'' tambahnya.

Keputusan untuk menggelar pengadilan militer ketimbang pengadilan sipil ini sendiri juga masih mejadi kontroversi dan memunculkan perdebatan hukum terkait tempat dimana lima tersangka tersebut menghadapi persidangan.

Tahun 2009 pemerintah Obama mencoba untuk memindahkan persidangan mereka ke pengadilan sipil AS, tetapi dia mengubah keputusannya April 2011 setelah mendapat banyak kecaman.

Klaim penyiksaan

Selama ditahan di Guantanamo, para tersangka teroris kerap mengalami penyiksaan.

Pentagon sebelumnya mengatakan Khalid Sheikh Mohammed, yang merupakan warga Pakistan tetapi lahir di Kuwait ini mengakui bahwa dia bertanggung jawab ''dari A hingga Z'' atas serangan 9/11.

Dalam persidangan sebelumnya dia mengatakan bahwa dia berniat mengaku bersalah dan bersedia menjadi martir.

Dia ditangkap di Pakistan Maret 2003 dan ditahan di Guantanamo sejak 2006.

Jaksa AS menduga dia terlibat dalam serangkaian serangan teroris lainnya.

Termasuk bom Bali 2002, bom WTC 1993, pembunuhan wartawan Amerika Daniel Pearl dan upaya bom sepatu yang gagal di sebuah pesawat tahun 2001.

Khalid Sheikh Mohammed sendiri mengaku dia berulangkali disiksa saat ditahan di Guantanamo.

Dokumen CIA mengkonfirmasikan dia menjadi subyek penyiksaan dengan teknik waterboarding - simulasi penenggelaman paksa - sebanyak 183 kali.

Empat orang yang akan disidang secara bersamaan lainnya adalah, Waleed bin Attash, seorang warga Yaman, Ramzi Binalshibh, juga dari Yaman yang membantu mencari sekolah penerbang bagi para pembajak, Ali Abd al-Aziz Ali, yang membantu sembilan pembajak masuk ke AS, dan Mustafa Ahmad al-Hawsawi, warga Arab Saudi yang memberikan uang, pakaian dan kartu kredit untuk para pembajak.

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014 BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.